Sejumlah buaya muncul di sekitar permukiman Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Warga yang tinggal dan bekerja di sana diingatkan untuk lebih waspada.
Kepala Resort Suaka Marga Satwa (SM) Karang Gading Langkat Timur Laut (LTL) II, Esra Barus, memaparkan pihaknya sudah menindaklanjuti informasi mengenai kemunculan beberapa buaya itu. Mereka menurunkan tim untuk melakukan monitoring ke lokasi.
Tim penanganan dari Resort SM Karang Gading LTL tiba di lokasi kemarin malam sekitar pukul 20.30 Wib. Mereka berkoordinasi dengan Kepala Desa Pulau Banyak dan mendengarkan informasi dari saksi-saksi. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan Camat Tanjung Pura dan beliau membenarkan informasi tersebut sekaligus memohon agar BBKSDA melakukan penanganan," ucap Esra, Kamis (3/12).
Para saksi mengaku melihat 3 ekor buaya yang didasarkan pada ukuran tubuh satwa. Penampakan itu terjadi sejak Sabtu (31/10). Pada Rabu (2/12) pagi, warga melihat seekor buaya berukuran sekitar 3 meter. Hingga saat ini masyarakat khawatir beraktivitas di sekitar lokasi yang sering menjadi tempat menangkap udang dan kepiting. "Berdasarkan informasi satwa bergerak ke arah pemukiman," jelas Esra.
Pukul 20.15 Wib, tim bersama 10 orang saksi dan Kades Pulau Banyak melakukan peninjauan ke lokasi. Titik penampakan buaya itu berada di sungai selebar 50 meter dengan pengaruh pasang surut air laut. Di sekitarnya merupakan areal penggunaan lain (APL) dan hutan produksi terbatas (HPT). Sepuluh meter di kiri dan kanan sungai terdapat tegakan nipah dan perkebunan sawit. Akses menuju dermaga adalah aspal bisa dilalui mobil.
Dari pemantauan itu, tim membuat rencana penanganan. Mereka juga berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) 1 Stabat sebagai pemangku kawasan dan perusahaan perkebunan sawit untuk penanganan bersama.
"Mengingat keberadaan satwa liar memang berada di sekitar habitatnya, rencana penanganan yang akan kita lakukan di antaranya pemasangan plang peringatan, mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di sekitar lokasi, apabila harus beraktivitas, tidak boleh sendiri. Rescue adalah pilihan terakhir, apalagi keberadaan buaya memang sekitar habitatnya," tutup Esra.