Protokol kesehatan menjaga jarak tidak hanya dilakukan saat beraktivitas diluar saja. Bagi Sairil Munir, anggota KPU Bangkalan, juga harus menjaga jarak hingga urusan ranjang dengan sang istri Ferny Listiawati yang merupakan perawat di ruang isolasi pasien Covid 19 RSUD Syamrabu.
"Di awal-awal corona masuk ke Bangkalan, saya tidak 'ngumpul' istri. Demi kebaikan bersama," kata Munir seperti dikutip dari Liputan6.com, Minggu (25/10).
Di luar ranjangpun Munir dan Ferny tetap menjaga jarak. Misalnya saat mandi, mereka berdua menggunakan kamar mandi yang berbeda. Selain itu. urusan peralatan makan juga mereka pisahkan untuk mencegah penularan virus covid-19 yang masih dicari vaksinnya.
"Memang terasa aneh hidup berjarak dalam satu rumah, tapi untung kami saling mengerti, jadi semua berjalan dengan normal," ujar dia.
Ferny yang bertugas di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur itu kesehariannya bekerja selama delapan jam dengan menggunakan APD yang lengkap dan pengap. Tak jarang wajah bagian hidung, mulut dan pipinya bengkak karena memakai masker yang berlapis-lapis.
Dalam satu hari, Ferny bersama lima rekannya secara bergantian memantau puluhan pasien yang tengah menjalani isolasi setiap dua jam sekali.
Pada masa awal pandemi, Munir kerap menemukan Ferny menangis setiap akan berangkat atau saat pulang kerja. Jatah libur yang hanya sehari dalam sepekan menjadi masa yang penuh tekanan baik fisik maupun mental bagi seorang perawat.
Beban berat yang dirasakan sang istri membuat Munir iba dan mengusulkan Ferny untuk berhenti saja. Apalagi saat Ferny jatuh sakit karena kelelahan, namun biaya perawatannya masih dibiayai secara mandiri.
Namun, Ferny tetap memilih bertahan hingga kini. Munir pun bersyukur karena setiap kali uji swab yang dilakukan secara berkala menunjukkan mereka berdua negatif dari virus yang menyerang sistem pernafasan itu.
Advertisement
Menurut Munir, kunci utama mencegah virus ini adalah menjaga jarak. Bahkan saat mengantar Ferny bekerja, ia mewajibkan sang istri untuk membawa tiga pasang pakaian ganti. Supaya saat selesai tugas sang istri pulang dalam keadaan bersih.
Tak hanya jaga jarak, Munir dan Ferny juga tetap memakai masker saat di dalam rumah. Bahkan Ferny masih menggunakan sarung tangan saat melakukan kegiatan rumah tangga.
Setiap harinya, mereka selalu menyempatkan diri untuk berjemur selama 15 menit. Mereka juga menjaga kekebalan tubuh dengan mengkonsumsi madu, buah, sayur dan aneka suplemen menjadi menu wajib sehari-hari.
Keputusan terekstrem yang diambil keluarga ini adalah melarang siapa pun datang bertamu ke rumahnya termasuk keluarga, bahkan mertua. Karena mereka menyadari banyak orang terjangkit covid-19 tanpa gejala.
"Kalau dari pengalaman saya, pakai masker dan jaga jarak, efektif mencegah penularan Corona antar manusia," tutup Munir.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Musthofa Aldo