Untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 pada liburan panjang Maulid Nabi, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mewajibkan para pengunjung sejumlah obyek wisata untuk melakukan rapid test Covid-19.
"Sesuai kesepakatan, nanti dari Dinkes Jateng akan melakukan rapid test. Lokasi titiknya di Kalikangkung, ada di Dusun Semilir, Owabong, Tawangmangu dan Borobudur kami siapkan Mobile Polymerase Chain Reaction (PCR)," kata Kadishub Jateng, Satriyo Hidayat, Sabtu (24/10).
Dia menyebut terdapat delapan obyek wisata yang akan dipantau ketat antara lain Bandungan dan Dusun Semilir di Kabupaten Semarang, wisata outbound Belik dan Owabong di Banyumas, obyek wisata Dieng di perbatasan Wonosobo dan Banjarnegara serta di area Gunung Sikunir dan Candi Arjuna.
"Kami juga berkomunikasi dengan Pemkab Wonosobo agar tidak terjadi kecelakaan lagi. Bus besar kami suruh parkir Terminal Mendolo saja. Karena pulang dari Dieng turunannya panjang, kalau tidak terbiasa, penggunaan remnya tidak paham," jelasnya.
Pada tanggal 27-28 Oktober 2020, Dishub memprediksi kendaraan pemudik yang masuk ke Jjateng bakal naik 10 hingga 40 persen dari kondisi normal. Mesti begitu, pemudik yang datang tidak dipersyaratkan membawa surat hasil rapid test. Namun pihaknya tetap mewanti-wanti jangan sampai muncul klaster wisata saat libur panjang nanti.
"Liburan boleh, tapi tetap terapkan protokol kesehatan. Jaga jarak dengan orang asing supaya tidak ada klaster keluarga. Memakai masker, selalu mencuci tangan pakai sabun agar tetap sehat. Liburan bisa dilakukan di rumah tidak harus keluar kota," ujarnya.
Dishub juga mendirikan posko pantau dan pos bergerak di sejumlah lokasi wisata. Di antaranya, Exit Tol Brebes, Gerbang Tol Kalikangkung dan Simpang Bawen-Ambarawa.
"Pos pantau difungsikan untuk melihat kenaikan volume arus lalu lintas dan melakukan rekayasa kalau terjadi kenaikan jumlah kendaraan," ungkapnya.