Sejumlah titik rawan bencana ditemukan di sepanjang bantaran Kali Ciliwung di Kota Depok, Jawa Barat. Mulai dari potensi longsor hingga banyaknya sampah yang ada di sepanjang bantaran kali. Hal itu diketahui ketika Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok melakukan susur Sungai Ciliwung.
"Kami melihat banyak sampah hingga potensi longsor di bantaran sungai," kata Kabid Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Denny Romulo, Jumat (23/10).
Susur sungai yang dilakukan timnya sepanjang 29 kilometer. Ditemukan 30 palung atau pusaran air, 35 titik sampah baik titik pembuangan sampah maupun sampah kanyutan.
"Selain itu, terdapat sembilan titik potensi longsor dan sebagian berada di dekat permukiman masyarakat," tukasnya.
Pihaknya pun menyiagakan delapan perahu karet dan enam pompa air. Dia meminta, warga untuk menjaga kebersihan lingkungan yaitu saluran air agar tidak tersumbat sampah. "Kami tidak ingin karena masyarakat tidak peduli akan lingkungan sehingga menyebabkan banjir," ucapnya.
Sementara itu, Kabag Humas BMKG, Akhmad Taufan Maulana mengatakan, Kota Depok berpotensi terdampak La Nina. Untuk itu, BMKG meminta masyarakat Depok waspada akan perubahan iklim. Menurutnya, curah hujan yang turun akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
"Depok juga akan terkena dampak dari fenomena anomali iklim La Nina, Kami meminta agar masyarakat Depok waspada," katanya.