Tenaga Medis Kewalahan, 28 Dokter Umum RSUD Samarinda Dikerahkan Rawat Pasien Covid

Manajemen rumah sakit menyampaikan, saat ini, terjadi peningkatan kasus suspek, maupun konfirmasi Covid-19. Baik pasien rujukan, maupun datang ke RSUD AW Sjachranie.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Tenaga Medis Kewalahan, 28 Dokter Umum RSUD Samarinda Dikerahkan Rawat Pasien Covid
ilustrasi

Ruang perawatan RSUD AW Sjachranie, sebagai RS rujukan kasus Covid-19 di Samarinda, Kalimantan Timur, sudah hampir penuh. Ditengarai, tenaga medis pun mulai kelelahan. Solusinya, selain akan menambah ruang rawat, juga melibatkan 28 dokter umum untuk ikut rawat pasien Corona.

Manajemen rumah sakit menyampaikan, saat ini, terjadi peningkatan kasus suspek, maupun konfirmasi Covid-19. Baik pasien rujukan, maupun datang ke RSUD AW Sjachranie.

"Kondisi ruang perawatan isolasi Covid-19 RSUD AW Sjachranie, saat ini hampir penuh. Untuk itu direksi merencanakan dua ruangan tambahan, yang diharapkan bisa menampung pasien yang terus meningkat," kata Kepala Humas, Instalasi & PKRS RSUD AW Sjachranie Samarinda, dr Arysia Andhina, dalam penjelasan resmi, Senin (14/9).

Arysia menerangkan, kapasitas maksimal tempat tidur pasien yang tersedia saat ini berjumlah 58 tempat tidur. Kondisi itu fluktuatif, mengingat terjadi perpindahan pasien dari IGD ke ruang isolasi biasa, atau ke ruang perawatan intensive Covid-19.

"Ataupun juga adanya pasien yang meninggal. Sehingga jumlah tempat tidur yang tersedia untuk pasien Covid per hari, tidak bisa diprediksi," ujar Arysia.

Dia merinci, jumlah perawat yang ada saat ini berjumlah 97 orang, yang bertugas di 3 ruang perawatan Covid-19 yakni Ruang Seruni, Tulip dan Flamboyan.

"Perawat yang bertugas ini, memerlukan kesiapan mental dan fisik. Oleh karena itu, mereka juga berhak mendapatkan libur dinas atau istirahat, untuk memulihkan kondisi fisik setelah bertugas di ruang perawatan Covid-19," terang Arysia.

Masih dijelaskan Arysia, saat ini, tim dokter yang merawat khusus pasien Covid-19, berjumlah 21 dokter spesialis. Terdiri dari 3 orang dokter spesialis paru, 2 dokter spesialis penyakit dalam, 6 orang dokter anesthesi, dan 10 Orang dokter spesialis anak.

"Dokter yang bertugas juga perlu untuk dimobilisasi. Mengingat, ada pasien lain di luar Covid-19, juga memerlukan perawatan mereka. Saat ini, dokter umum yang berjumlah 28 orang, direncanakan ikut membantu tugas dokter spesialis," demikian Arysia.

Rekomendasi