Pemerintah Kabupaten Pangandaran masih membuka sektor pariwisata walau kasus Covid-19 secara nasional saat ini tengah mengalami peningkatan. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rachman menyebutkan bahwa belum ada kebijakan baru sektor pariwisata.
"Tak larangan untuk wisatawan dari luar daerah untuk datang ke Kabupaten Pangandaran. Sampai saat ini belum ada perubahan kebijakan. Artinya, di sini masih sesuai dengan ketentuan yang ada. Sampai saat ini masih seperti yang lama," kata Untung, Sabtu (12/9).
Walau begitu, diungkapkan Untung, pihaknya akan melakukan pengetatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Caranya dengan melakukan sosialisasi dan edukasi terkait penggunaan masker kepada masyarakat, termasuk wisatawan. Razia di destinasi wisata pun akan terus dilakukan.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran juga telah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). "Kita tekankan agar setiap pelaku usaha wisata, khususnya hotel dan restoran agar lebih melakukan pengetatan dalam penerapan protokol kesehatan," sebutnya.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, angka kunjungan wisatawan sejak aktivitas wisata kembali diizinkan beroperasi pada awal Juni terus mengalami peningkatan. Sejak awal tahun hingga 9 September, kunjungan wisatawan ke Pangandaran tercatat telah mencapai 1,8 juta orang dengan pendapatan sekira Rp 9 miliar.
Angka itu tidak jauh berbeda dengan kunjungan wisatawan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 2,5 juta kunjungan wisatawan dengan pendapatan Rp 12,5 miliar. Namun, angka pendapatan saat ini masih jauh di bawah target yang ditetapkan Pemkab Pangandaran pada 2020, yaitu Rp 35 miliar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yani Achmad Marzuki mengungkapkan bahwa peningkatan kasus Covid-19 di daerah lain memang tidak menjadikan kebijakan di Kabupaten Pangandaran berubah. Ia menyebut bahwa wisatawan yang datang dari zona merah ke Pangandaran belum ada larangan.
"Yang penting protokol kesehatan terus diterapkan," ungkapnya.
Di Kabupaten Pangandaran, saat ini tidak ada lagi kasus Covid-19. Dari total 59 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, seluruhnya telah dinyatakan sembuh tanpa ada kasus kematian.
"Data yang ada saat ini membuktikan aktivitas pariwisata yang selama ini berjalan di Kabupaten Pangandaran tak berdampak pada kasus Covid-19. Hingga saat ini juga tak ada kasus terkonfirmasi positif dari kawasan wisata," sebutnya.