Apotek Tetap Beroperasi Hingga Malam di Depok

Sejak diberlakukan pembatasan aktivitas warga pada Senin 31 Agustus 2020, seluruh kegiatan ekonomi dan komunitas terpaksa dihentikan. Pembatasan jam tersebut berlaku rata bagi seluruh pelaku usaha baik skala besar maupun kecil termasuk warung kelontong.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Apotek Tetap Beroperasi Hingga Malam di Depok
Pembatasan jam malam di Depok. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Sejak diberlakukan pembatasan aktivitas warga pada Senin 31 Agustus 2020, seluruh kegiatan ekonomi dan komunitas terpaksa dihentikan. Pembatasan jam tersebut berlaku rata bagi seluruh pelaku usaha baik skala besar maupun kecil termasuk warung kelontong.

"Iya semua tetap berlaku. Berlaku untuk semua baik rumah makan dan usaha lain," kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana, Selasa (1/9).

Namun pembatasan tersebut tidak berlaku untuk apotek. Apotek tetap boleh beroperasi hingga malam hari. Alasannya, apotek memberikan layanan kesehatan bagi warga. "Untuk apotik tidak, tetap berjalan seperti biasa," ujar dia.

Kendati sudah diberlakukan namun payung hukum kebijakan tersebut belum ada. Pemerintah sedang menggodok peraturan wali kota yang mengatur soal pembatasan aktivitas warga itu. Ditargetkan akan selesai beberapa hari ke depan.

"Saat ini karena kondisi harus taktis dan strategis jadinya baru SE, perwal sedang proses, kemarin draftnya sudah selesai. Jadi penegakan hukum mulai hari ke-4. Ini kan hari kedua, Kamis sudah penindakan,” kata dia.

Pemkot Depok memberlakukan pembatasan aktivitas warga dengan maksud menekan angka penyebaran. Mengingat selama dua minggu ini angka penyebaran tinggi dan dipicu dari import case.

Depok bahkan masuk dalam zona merah penyebaran Covid bersamaan dengan wilayah lain di Jabodetabek. "Ini lagi menunggu informasi dari gugus tugas. Baru sementara di satgas Covid-19 pusat kita masuk zona merah kembali bersama Kota Bogor, Bekasi, dan Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Dadang menjelaskan, tingginya angka terkonfirmasi Covid-19 di Depok juga dipicu masifnya tes swab PCR. Menurut dia ada 14 indikator untuk peningkatan kasus masih terjadi, termasuk hasil tes.

“Termasuk hasil tes kita kan sebetulnya meningkat, cuma hasil tes swab kan berpengaruh terhadap jumlah temuan kasus. Dari situ juga sumbangan meningkatkan jumlah kasus. Penambahan itu dipengaruhi oleh imported case, kemudian transmisi lokal, dan peningkatan swab test,” kata dia.

Dadang menyebut hingga dua hari lalu sudah dilakukan swab terhadap 10 ribu lebih orang. Dengan target per hari sebanyak 355 sampel.

“Data yang sudah terupdate 10.500 yang sudah ada hasilnya, jumlah itu sejak dua hari lalu. Per hari 355. Hari ini saya belum update,” tandasnya.

Rekomendasi