Perwakilan pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) meninjau Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang sebagai salah satu kandidat tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. PSSI memberikan 16 poin rekomendasi untuk dilakukan sebagai syarat dari FIFA.
Ketua Asprov PSSI Sumsel, Ucok Hidayat, mengungkapkan 16 poin tersebut di antaranya rumput stadion, tempat duduk penonton, tempat duduk pemain, ruang ganti, atap stadion, warna stadion, dan lapangan latihan. Dari beberapa rekomendasi, sejumlah poin di antaranya sesuai persyaratan tetapi harus diperbaiki, seperti ruang ganti dan tempat duduk pemain dan pelatih yang akan disamakan dengan stadion di Eropa.
"Kami akan perbaiki fasilitas sesuai statuta FIFA. Kami siap melakukannya dan siap menjadi tuan rumah," ungkap Ucok, Kamis (27/8).
Dikatakannya, stadion berkapasitas 40 ribu penonton itu nantinya akan menjadi tempat pertandingan empat negara dengan enam pertandingan. Renovasi stadion diserahkan kepada Dinas PUCK Sumsel dan tinggal dimulai saja.
"Desain sudah ada, tinggal renovasi saja, sedangkan kerusakan kecil-kecil sedang diperbaiki," ujarnya.
Setelah PSSI, FIFA juga akan meninjau secara langsung GSJ pada Oktober 2020. Paling tidak pada saat itu renovasi stadion sudah menunjukkan progres signifikan sehingga menjadi pertimbangan FIFA untuk dinyatakan resmi sebagai tuan rumah.
"Bocorannya GSJ sudah masuk dalam komitmen PSSI, kami yakin Piala Dunia U-20 bisa digelar di sini," kata dia.
Kepala Dinas PUCK Sumsel, Basyarudin, menyebut renovasi ditarget rampung akhir tahun ini. Pihaknya menggandeng konsultan profesional yang pernah menggarap rumput di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.
"Sejauh ini pengerjaan rumput sudah 60 persen, dari pengalaman yang sudah-sudah, dalam waktu semalam sudah beres karena dikebut," terangnya.
Sementara lapangan latihan setidaknya disiapkan empat tempat, yakni Stadion Bumi Sriwijaya dan tiga lainnya masih berada di dalam komplek Jakabaring Sport City, yakni venue baseball, panayan, dan venue atletik.
"Tiga tempat latihan diambil alih kementerian untuk renovasi dan ditarget Februari 2021, sedangkan Sumsel merenovasi satu tempat latihan, rampungnya akhir tahun ini," pungkasnya.