Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengakui kerap kesulitan merazia Venesia Garantage Hotel dan Excecutive Karaoke. Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel, Muksin Alfachri mengungkapkan, sudah mendengar beroperasinya tempat hiburan tersebut dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangsel. Namun setiap didatangi, pihaknya selalu kesulitan masuk lokasi.
"Saya pernah razia ke situ dua kali. Tapi untuk masuk ke dalam perlu akses, saya sampai menunggu 15 menit. Saat masuk ke atas sudah gelap, sudah tidak ada aktivitas. Beda sama Polri, baik perlengkapan atau pun hal lain," ungkap Muksin dikonfirmasi, Kamis (20/8).
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Mabes Polri membongkar praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang terjadi di Venesia Hotel dan Karaoke yang berada di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, pada Rabu (19/8) malam.
Dari tempat itu, sebanyak 47 wanita pemandu lagu (LC) beserta 13 orang diketahui sebagai muncikari dan manajemen hotel dan karaoke diamankan.
Muksin juga mengapresiasi adanya penggerebekan yang dilakukan Dittipdter Mabes Polri terhadap hotel dan karaoke tersebut, karena dia menilai, penegakan tempat hiburan dalam masa PSBB ini salah satu tujuan yang sama.
"Polri bagus, cakap, saya ancungi jempol. Kita sama-sama punya tugas, Polri terkait dengan PSBB dan KUHP. Sedangkan Satpol PP tak memiliki wewenang terkait KUHP," ungkap Muksin.