Ketua KPK: Hari Anak Nasional Momentum Bentuk Sifat Antikorupsi kepada Anak

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan, Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk pembentukan akhlak, integritas dan sifat anti korupsi kepada anak. Menurutnya, memperhatikan anak bukan sekadar memenuhi kecukupan gizi.

Muhammad Genantan Saputra
Ketua KPK: Hari Anak Nasional Momentum Bentuk Sifat Antikorupsi kepada Anak
KPK tahan tersangka korupsi PTDI. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan, Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk pembentukan akhlak, integritas dan sifat anti korupsi kepada anak. Menurutnya, memperhatikan anak bukan sekadar memenuhi kecukupan gizi.

"Tema 'Anak Terlindungi, Indonesia Maju' yang diusung pada peringatan tahun ini seolah kembali mengingatkan betapa pentingnya menjaga anak-anak kita, generasi penerus masa depan bangsa," kata Firli saat memperingati Hari Anak Nasional, Jumat (24/7).

"Melindungi anak bukanlah sekadar memperhatikan atau memenuhi asupan makanan, gizi, vitamin dan lain sebagainya, untuk menopang tumbuh kembang raga mereka," sambungnya.

Dia menuturkan, anak perlu diajarkan guna menerapkan nilai-nilai kejujuran serta pentingnya menjaga sebuah nilai bernama integritas. Menurut dia, hal itu sangat penting dan harus dilakukan sedini mungkin untuk membentuk karakter dan kepribadian anak.

"Saya memandang peran ini tidak cukup hanya dilakukan oleh orang tua atau keluarga semata, tapi membentuk kepribadian dan karakter anak memerlukan andil dan peran aktif seluruh eksponen bangsa termasuk KPK, agar kelak generasi penerus republik ini diisi anak-anak bangsa yang berakhlak mulia, jujur, dan berintegritas," tuturnya.

Firli menambahkan, KPK tengah menjalankan strategi pendekatan pendidikan masyarakat mulai dari anak-anak TK, SD, hingga perguruan tinggi. Tujuannya, untuk membentuk pola pikir dan kebiasaan melalui beberapa program edukasi antikorupsi yang dibuat menarik dan selaras dengan usia anak.

Firli menjelaskan, strategi pendekatan pendidikan masyarakat adalah salah satu dari tiga pendekatan pemberantasan korupsi yang merupakan aktivitas utama KPK dalam pemberantasan korupsi. Pendekatan ini dilaksanakan secara holistik, integral sistemik, dan keberlanjutan.

Sehingga, strategi tersebut dapat menjadi salah satu imun bagi anak-anak agar tidak terjangkit virus korupsi dan pengaruh kuat laten korupsi yang telah berakar di negeri ini.

"Satu impian besar dan harapan saya dan tentunya kita semua, korupsi benar-benar sirna dari Bumi Pertiwi karena penyakit tersebut tak lagi mampu mempengaruhi apalagi merasuki anak-anak kita, generasi penerus bangsa, kebanggaan negeri ini," ucapnya.

Menurut mantan Kapolda NTB itu, anak adalah harapan masa depan peradaban sebuah bangsa. Besar kecilnya suatu bangsa di masa depan bergantung pada bagaimana karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsanya.

"Anak-anak Indonesia yang berakhlak mulia, jujur, dan berintegritas, Insya Allah akan membawa kejayaan Indonesia di masa depan. Agar seluruh cita-cita mulia didirikannya negara ini dengan segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dapat terlindungi, keadilan dapat ditegakkan," ucapnya.

"Majunya kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, akan terwujud dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia mulai Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote," pungkas Firli.

Rekomendasi