Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Nico Afinta mengaku memiliki lima strategi untuk menekan angka penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di wilayah hukumnya. Pasalnya, beberapa hari lalu Kalsel menduduki posisi pertama yang banyak penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia.
"Ada lima strategi Polda dalam menangani Covid. Yang pertama peningkatan kapasitas PCR yang ada di Kalsel yang semula 128 per hari bisa menjadi 600 sehari, sehingga antrean untuk PCR untuk hasil tesnya bisa di percepat," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (10/6).
Selain PCR, strategi kedua adalah peningkatan kapasitas rumah sakit dan juga rumah isolasi guna mengantisipasi lonjakan usai PCR dilakukan.
"Yang ketiga yaitu pembuatan kampung tangguh Banua. Banua itu bersih, aman, nyaman, unggul, dan sejahtera, dengan kampung Banua ini bisa kita kendalikan per lurah sebagai ujung tombaknya," tegasnya.
Dalam hal ini, lanjutnya, strategi yang terpenting adalah operasi penegakan disiplin yang akan dilakukan lakukan oleh personel TNI-Polri.
"Di tempat keramaian seperti pasar, mall, pelabuhan, dan bandara sehingga bisa diaturi protokol Covid," tegasnya kembali.
"Kelima efisiensi anggaran, yaitu sinergitas pemda, Polri dan TNI itu anggaran yang bisa digunakan bisa digunakan secara maksimal dan tidak terbuang," pungkasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan Kalimantan Selatan menduduki posisi pertama sebagai provinsi dengan penambahan kasus positif Covid-19 terbanyak hari ini. Dari total 585 penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia, 109 di antaranya dari Kalimantan Selatan.
"Kalau kita rinci, ada beberapa provinsi mengalami peningkatan. Kalsel kita dapatkan 109 orang positif Covid-19," kata Yurianto dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Kamis (4/6).