Dokter Spesialis Syaraf di Medan Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Elvi mengatakan, Irsan adalah seorang dokter panutan. Dia dikenal baik dan ramah kepada semua orang.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Dokter Spesialis Syaraf di Medan Meninggal Dunia Akibat Covid-19
Virus Ilustrasi. Instagram/@berita_gosip ©2020 Merdeka.com

Seorang lagi tenaga medis menjadi korban Covid-19. Kali ini, dokter spesialis syaraf, Irsan Nofi Hardi Lubis (56), yang bertugas di RS Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, meninggal dunia akibat infeksi penyakit itu.

Informasi yang beredar, Irsan meninggal dunia di RSU Columbia Asia Medan, Senin (18/5) sekitar pukul 12.55 Wib. Jenazah dikebumikan hari ini juga. Sebelumnya dia telah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab melalui polymerase chain reaction (PCR).

Kepala Kantor Humas, Promosi dan Protokoler USU Elvi Sumanti mengonfirmasi meninggalnya Irsan. "Kami segenap Civitas Akademika USU sangat berduka. Beliau meninggal pukul 12.55 WIB," tulis Elvi mengatasnamakan dr Riyadh Iksan, Direktur RS USU bidang Pelayanan Media dan Keperawatan RS USU, melalui pesan singkat kepada wartawan.

Elvi mengatakan, Irsan adalah seorang dokter panutan. Dia dikenal baik dan ramah kepada semua orang.

Berpulangnya Irsan merupakan kehilangan besar bagi RS USU. Dokter spesialis syaraf ini salah satu tenaga medis terbaik mereka. "Selain di RS USU, beliau juga bertugas di rumah sakit lain, semoga almarhum husnul khatimah. Kami mendoakan supaya keluarga yang ditinggalkan tetap tabah menghadapi cobaan ini," ungkap Elvi.

Meninggalnya Irsan menambah daftar panjang tenaga medis yang menjadi korban Covid-19 di Indonesia. Profesi ini memang paling berisiko terpapar virus corona, baik yang di pusat penanganan Covid-19 maupun di fasilitas kesehatan lainnya.

Rekomendasi