Pemkab Jember: Pemasangan Foto Bupati di Beras Bantuan Pusat Tidak Langgar Aturan

Pemerintah Kabupaten Jember menilai pemasangan foto bupati dan wabup pada kemasan beras bantuan dari pemerintah pusat sebagai hal yang biasa saja dan tidak melanggar aturan.

Muhammad Permana
Oleh Muhammad Permana - Reporter
Pemkab Jember: Pemasangan Foto Bupati di Beras Bantuan Pusat Tidak Langgar Aturan
Beras bantuan pemerintah pusat yang ada foto bupati dan wabup Jember. ©2020 Merdeka.com

Pemerintah Kabupaten Jember menilai pemasangan foto bupati dan wabup pada kemasan beras bantuan dari pemerintah pusat sebagai hal yang biasa saja dan tidak melanggar aturan.

"Bupati sampai saat ini belum ada (tanggapan). Tapi Itu kan gambarnya tidak hanya bupati, tapi juga ada gambar wabup dan logo pemkab," ujar Gatot Triyono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Jember selaku juru bicara Pemkab, saat dikonfirmasi Merdeka.com pada Kamis (30/04).

Bantuan tersebut dipersoalkan dalam sidak yang digelar oleh DPRD Jember pada Rabu (29/4). Sidak yang digelar di gudang Bulog Jember tersebut menemukan, ratusan karung beras yang dengan gambar bupati.

Padahal beras tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat, melalui Perum Bulog. Di sisi lain, Bupati Jember, dr Faida saat ini juga akan kembali maju mencalonkan diri dalam Pilkada Jember melalui jalur independen.

"Apakah ada aturan yang dilanggar. Insyaallah tidak ya. Untuk prosesnya sudah sesuai semua dengan Permensos," lanjut Gatot.

Menurut Gatot, pemasangan foto bupati beserta wakilnya tidak hanya dilakukan pada beras bantuan dari pemerintah pusat saja. Tapi juga kegiatan lainnya.

"Selama ini memang selalu ada logo pemkab, foto bupati-wabup. Tidak hanya ini (bantuan beras). Semua kegiatan Pemkab selalu ada. Mulai banner, juga ada update Covid-19," ujar Gatot.

Berdasarkan catatan Merdeka.com, sejak Faida memenangkan Pilkada Jember 2015 lalu, hampir seluruh program Pemkab selalu terpasang foto dirinya dan sang wakil, KH Muqit Arief. Mulai dari mobil Ambulans, bantuan korban banjir hingga banner di seluruh kegiatan Pemkab.

"Tujuannya sebagai lambang saja mas. Jadi tidak hanya karena mendekati kegiatan-kegiatan ini, tetapi itu sudah dari awal. Apakah berdekatan dengan (momen) politik, saya tidak paham," papar Gatot.

Adapun terkait permintaan DPRD agar bantuan dari pemerintah pusat yang mengandung foto bupati untuk diganti, Gatot belum memastikan sikap pemkab. Sebab, sejauh ini belum ada sikap resmi bupati Jember, dr Faida. "Belum ada tanggapan (dari bupati)," ucap Gatot.

Saat dikonfirmasi Merdeka.com, Bupati Faida tidak memberikan respons.

Sebelumnya, Kepala Perum Bulog Cabang Jember, Jamaludin mengakui, pemasangan foto Bupati-Wabup beserta logo Pemkab Jember di karung beras bantuan dari Bulog itu, merupakan permintaan dari Pemkab Jember. Bulog sendiri sebenarnya sudah menyiapkan kemasan beras yang tidak ada foto Bupati-Wabup, namun tidak dipakai.

"Ya ada sih (karung beras Bulog) ada di gudang, tidak terpakai. Kita tidak ikut campur untuk kemasan, itu kewenangannya bupati untuk penyampaian ke masyarakat. Kita hanya membantu menyediakan saja," ujar Jamaludin saat dikonfirmasi terpisah, pada Rabu (29/04) kemarin.

Bantuan beras Bulog untuk korban Pandemik Covid-19 itu, menurut Jamaludin tidak hanya diberikan di Jember, tetapi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Sosial.

"Pemkab mengajukan permintaan ke kita sesuai data nama dan alamat. Kalau sudah terpenuhi, ya kita berikan. Beras kualitas medium, gratis untuk masyarakat yang membutuhkan," pungkas Jamaludin.

Rekomendasi