Ditanya soal Anarko, Panglima TNI Bilang 'Tidak Bisa Saya Buka Di Sini

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Dave Laksono menanyakan peran TNI dalam upaya menjamin keamanan dan ketertiban selama pandemi Covid-19. Terkait hal tersebut dia menyoroti aksi kelompok Anarko yang disebut Polisi bakal melakukan kerusuhan se-Jawa.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Ditanya soal Anarko, Panglima TNI Bilang 'Tidak Bisa Saya Buka Di Sini
Panglima TNI usai ziarah di TMP Kusumanegara. ©2019 Merdeka.com/Purnomo Edi

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Dave Laksono menanyakan peran TNI dalam upaya menjamin keamanan dan ketertiban selama pandemi Covid-19. Terkait hal tersebut dia menyoroti aksi kelompok Anarko yang disebut Polisi bakal melakukan kerusuhan se-Jawa.

"Melihat perkembangan Covid-19 ini, dan ada juga niatan dari sekelompok masyarakat yang ingin membuat kekacauan seperti yang Anarko dan lain-lain," kata dia, dalam Rapat bersama Panglima TNI, Rabu (15/4).

Dia menanyakan apa saja upaya yang sudah dilakukan TNI dalam menanggapi munculnya Anarko. Juga dalam mengantisipasi munculnya kegiatan yang meresahkan masyarakat.

"Dari pihak TNi ini sudah melakukan tindakan apa untuk melakukan antisipasi sebelum hal-hal yang bisa membuat kegaduhan massal terjadi," ujar dia.

Selain itu, Dave juga menanyakan kepada Panglima soal keterlibatan TNI setelah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). "Ini, baik dari media maupun yang kita saksikan langsung, PSBB ini masih belum berjalan dengan lancar, masih banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi, baik di Ibukota maupun daerah-daerah lain yang melaksanakan PSBB," ungkapnya.

"Nah ini seberapa diperankannya TNI di dalam pelaksanaan hal tersebut. Saya tahu itu memang lebih kepada tugas Pemda ataupun polisi. Namun, TNI memiliki personel juga yang cukup yang bisa membantu pelaksanaan hak tersebut dalam upaya memerangi bersama Covid-19 ini," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengaku tak bisa berbicara banyak soal Anarko. Namun, yang pasti penanganan oleh Polisi sudah dijalankan.

Dia pun memastikan TNI-Polri bakal terus bekerja sama demi memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode penyebaran Covid-19.

"Terkait dengan pelanggaran yang baru saja kita dengar bersama adalah Anarko, tidak terlalu saya buka di sini," urai Hadi.

"Namun dari aparat TNI sudah bekerja sama dengan Polri untuk memitigasi kejadian tersebut dan pelakunya juga semuanya sudah ditangani oleh kepolisian. TNI terus monitor untuk membantu menertibkan masyarakat dan penegakan hukum," tandasnya.

Ketua Anarko Pencuri Helm

Beredar video yang menampilkan suasana di ruang pemeriksaan. Seorang pria bertelanjang dada duduk di depan menghadap ke arah kamera. Paling mencolok adalah di bagian depan badannya terdapat semacam tato berlambang A.

Pria itu memperkenalkan diri bernama Pius. Dia mengklaim sebagai ketua Anarko Sindikalis Indonesia.

"Nama saya Pius Laut Labungan. Saya adalah A1, saya Ketua Anarko Sindikalis Indonesia dengan tujuan tatanan dunia baru tanpa pemerintahan," kata Pius seperti yang dikutip Liputan6.com, Rabu (15/4).

Pius mengklaim memiliki kaki tangan yang diberi tugas mencari penyokong dana sampai mendoktrin orang-orang agar mau menjadi pengikutnya.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian menjelaskan, Pius adalah salah satu tahanan Polda Metro Jaya. Pelaku terlibat dalam kasus pencurian helm milik seorang polisi lalu lintas di kawasan Semanggi, Jakarta pada Minggu 12 April 2020 lalu.

"(Pelaku) Pencurian helm Polantas, TKP (Tempat Kejadian Perkara) Semanggi. Ditangkapnya hari Minggu," kata dia saat dikonfirmasi awak media, Rabu (15/4).

Jerry sedang mendalami terkaitan Pius dengan kelompok Anarko Sindikalis Indonesia. Menurut dia, Pius mengaku sebagai anggota dari kelompok Anarko Syndicalis saat pemeriksaan polisi. Bahkan dia mengklaim sebagai Ketua Anarko Sindikalis Indonesia.

"Ternyata pengakuan dia Anarko. Pengakuan pelaku tengah diusut bagian Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya," ujar dia.

Rekomendasi