Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kini menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) di 121 desa. Diketahui, Gowa adalah salah satu dari 3 daerah di Sulawesi Selatan yang jadi episentrum penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Dua lainnya adalah Makassar dan Maros.
Humas Pemerintah Kabupaten Gowa menyebutkan, 121 desa ini tersebar di 18 kecamatan di dataran rendah dan dataran tinggi Kabupaten Gowa. Disebutkannya, pemberlakuan PSBK ini sebagai upaya melindungi masyarakatnya dari penyebaran dan penularan Covid-19.
Kepala Desa Lassa-Lassa, Kecamatan Botolempangan, Awaluddin Hamzah mengatakan, pihaknya telah membangun posko pengawasan kepada setiap warga yang akan masuk dan keluar dari wilayahnya.
"Kami membatasi orang yang masuk kalau bukan warga Desa Lassa-Lassa maka kita arahkan untuk mutar balik. Termasuk mengimbau agar masyarakat untuk sementara tidak menerima tamu dari luar jika tidak ada hal yang terlalu penting atau urgent," ujar Awaluddin, Senin (13/4).
Tak hanya itu, di sepanjang jalan masuk ke wilayah desa yang berada di dataran tinggi Kabupaten Gowa ini juga terpasang pamflet imbauan terkait pencegahan Covid-19 menurut World Health Organization (WHO) sebagai bentuk edukasi ke masyarakat. Sementara, bagi warganya yang terkategori Orang dalam Pemantauan (ODP), Pasien dalam Pengawasan (PDP) maupun positif diberikan bantuan sembako selama menjalani masa isolasi mandiri sesuai instruksi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.
"Dalam paket sembakonya kita tambahkan handsanitizer, masker dan sabun antiseptik. Jika ada lansia kita siapkan susu lansia dan warga yang berstatus ODP kita tambahkan multivitamin," tambahnya.
Adapun Kepala Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Rivai Rasyid mengatakan, pihaknya juga telah mendirikan posko siaga di pintu masuk desa antara Kecamatan Pattallassang dan Kecamatan Somba Opu.
"Posko didirikan untuk memperketat pemeriksaan terhadap orang yang masuk ke wilayah Desa Sunggumanai dan Kecamatan Pattallassang secara umum," katanya,
Ia menyebutkan, setiap harinya posko tersebut dijaga sekitar empat dan lima orang secara bergantian dengan memberlakukan lima kali pergantian jaga. Ditambahkannya, bersama Puskesmas Pattallassang juga telah lakukan pendataan setiap warga yang masuk, utamanya kepada mereka yang memiliki riwayat perjalanan baik dari luar negeri mau dari luar daerah.
"Di posko kami melakukan penyemprotan bagi warga yang akan melintasi Desa Sunggumanai. Tapi di atas jam sembilan malam sudah dilakukan pemeriksaan identitas, karena di khawatirkan ada warga yang baru datang dari luar negeri atau wilayah yang sudah terpapar virus," pungkasnya.