Cegah Corona, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Tinggal di Jakarta Jangan Mudik

Ridwan Kamil menyinggung kejadian di Kabupaten Sumedang. Sebelum ada kebijakan pembatasan aktivitas sosial (social distancing), yang berstatus ODP hanya dua orang, tapi sekarang sudah lebih dari 300 orang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Cegah Corona, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Tinggal di Jakarta Jangan Mudik
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. ©2020 Merdeka.com

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengimbau kepada warganya yang tinggal atau bekerja di Jakarta untuk tidak mudik ke kampung halaman masing-masing. Ini penting dilakukan untuk mencegah eskalasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Wilayah DKI Jakarta merupakan salah satu epicentrum atau pusat dari virus corona. Maka dari itu, semua pergerakan warga yang ada di Jakarta harus diwaspadai dan diantisipasi. Apalagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memulai rapid test pada Rabu (25/3) untuk menangani warga sekaligus mengetahui dan menganalisa peta persebaran virus corona.

"Saya imbau semua warga yang tinggal bekerja di Jakarta untuk tidak mudik, karena sumber pandemi di indonesia mayoritas ada di Jakarta. Kalau anda pulang sebelum rapid test ini dilaksanakan, anda-anda ini punya potensi sebagai ODP (orang dalam pemantauan) karena punya potensi dihitung data dari sebuah wilayah yang tingkat pesebarannya (virus) banyak," kata dia di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/3).

Dia menganalogikan wilayah DKI Jakarta sebagai sebuah negara yang masuk kategori harus diwaspadai lantaran banyak ODP. Ridwan Kamil menyinggung kejadian di Kabupaten Sumedang. Sebelum ada kebijakan pembatasan aktivitas sosial (social distancing), yang berstatus ODP hanya dua orang, tapi sekarang sudah lebih dari 300 orang.

"Pak Bupati melaporkan 300 itu orang-orang Sumedang yang tinggal bekerja di Jakarta tiba-tiba mudik, pulang ke kampungnya masing masing. Jadi, saya imbau jangan mudik dulu, kita tetap tinggal di wilayah masing masing untuk menjaga penyebaran (virus)," imbuhnya.

Semua warga harus bijak dan mematuhi yang sudah diatur pemerintah yang sedang berusaha membuat situasi dan kondisi kembali normal. Jika virus ini teratasi, semua aktivitas bisa berjalan seperti sedia kala.

"Mohon agar bijak untuk tidak keluar dari Jakarta dan tetap tinggal sampai situasi kondusif," ucapnya.

Rekomendasi