Tak Kuat Dalam Kepungan, 2 DPO Kelompok Poso Serahkan Diri ke Polisi

Peran kedua terduga DPO menyerahkan diri itu cukup signifikan. FN bertugas sebagai pengantar orang-orang yang hendak bergabung dengan kelompok sipil bersenjata tersebut. UD sebagai penghubung ke atas dan juga untuk dukungan-dukungan logistik.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Tak Kuat Dalam Kepungan, 2 DPO Kelompok Poso Serahkan Diri ke Polisi
Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Dua pengikut kelompok sipil bersenjata dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) wilayah Kabupaten Poso, menyerahkan diri ke polisi pada Senin 16 Maret lalu. Dua orang itu sebelumnya sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Ada dua DPO yang menyerahkan diri atas nama FM dan UD," kata Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Syafril Nursal, sejumlah wartawan di Kota Palu. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (21/3).

Menurut Syafril, keduanya menyerahkan diri karena tidak kuat dalam kepungan. "Memang yang bersangkutan merasa tidak kuat karena terus kita kepung kemudian menyerahkan diri," katanya.

Peran kedua terduga DPO menyerahkan diri itu cukup signifikan. FN bertugas sebagai pengantar orang-orang yang hendak bergabung dengan kelompok sipil bersenjata tersebut.

"Sementara UD juga begitu sebagai penghubung ke atas dan juga untuk dukungan-dukungan logistik, kemudian juga merekrut yang ada di bawah untuk bergabung ke atas, itu fungsi mereka berdua ini, UD sendiri telah masuk sejak bulan Desember 2019, dan FM masuk sejak bulan Febuari," tutur Syafril Nursal.

Saat ini, keduanya dalam proses penyidikan Polda Sulteng. Kelompok DPO yang diburu oleh Satgas Operasi Tinombala saat ini diperkirakan berjumlah sekitar 16 orang, yang diyakini keberadaannya masih berada di wilayah hutan gunung Kabupaten Poso.

"Untuk itu saya mengimbau kepada DPO-DPO yang masih berada di hutan untuk segera turun menyerahkan diri kepada kita, supaya kita bisa mengakhiri operasi Tinombala itu dengan baik untuk membangun negara ini bersama-sama," ujar Syafril Nursal seperti dikutip Antara.

Bila tidak segera menyerahkan diri pihaknya akan terus melakukan pengejaran sampai semua DPO tertangkap.

"Sekali lagi, saya meminta mereka menyerahkan diri dengan baik-baik untuk kita selesaikan dengan cara baik-baik. Negara kita ini sangat kaya seperti di Sulteng tetapi orang tidak berani berinvestasi karena teroris tersebut," ucapnya.

Dia menegaskan, para terduga DPO yang masih berada di gunung wilayah Kabupaten Poso untuk segera menyerahkan diri supaya tidak lagi meresahkan masyarakat dan orang bisa berinvestasi di wilayah Sulawesi Tengah.

"Tentu kita dalam operasi Tinombala tidak hanya mengejar yang di atas gunung itu, tetapi juga melakukan kegiatan-kegiatan pembinaan kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang tidak benar yang merugikan semua," tegas dia.

Rekomendasi