Jemaah salat Jumat di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo atau biasa disebut Masjid Agung Palembang hari ini berkurang 10 ribu orang. Ibadah salat tetap digelar di masjid itu, sementara perayaan hari besar Islam ditiadakan sementara.
Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang Ahmad Sarnubi mengungkapkan, penurunan jemaah tersebut baru pertama kali ini terjadi sejak virus Corona merebak di Indonesia. Biasanya, jemaah salat Jumat di masjid itu sebanyak 20 ribu orang.
"Biasanya terisi penuh, ada 20 ribuan jemaah, untuk hari ini diperkirakan 10 ribu jemaah saja," ungkap Sarnubi, Jumat (20/3).
Menurut dia, hingga kini masjid itu hingga kini masih melayani jemaah untuk melaksanakan salat setiap hari. Hanya saja, untuk mencegah penyebaran virus Corona, tidak disiapkan sajadah seperti biasanya dan jemaah dianjurkan membawa sajadah sendiri dari rumah.
"Kita masih menjalankan ibadah seperti biasa, memang diutamakan salat di masjid," ujarnya.
Untuk sementara waktu, pihaknya meniadakan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti perayaan Isra Miraj yang seyogyanya digelar dalam waktu dekat. Pembersihan dan penyemprotan disinfektan juga rutin dilakukan seusai salat fardhu.
"Untuk kegiatan sunah kita tiadakan dulu, sedangkan salat fardhu masih berlangsung, kecuali ada imbauan langsung dari Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia, apalagi di Palembang belum ada kasus," pungkasnya.