Berbagai upaya dilakukan masyarakat Kota Solo agar virus Corona atau Covid-19 tak merebak. Termasuk salah satunya dilakukan pengurus Masjid Agung Keraton Surakarta. Karpet masjid yang dibangun raja Surakarta Paku Buwono X itu digulung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, takmir masjid mulai menggulung karpet sejak dikeluarkan edaran dari kantor Kemenag Surakarta, Jumat (13/3) malam. Takmir masjid juga mengimbau jemaah agar tidak bersalaman hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Sesuai surat edaran dari Kemenag Solo, karpet langsung kami gulung. Karpet yang selama ini dipasang kan hanya beberapa saf," ujar Sekretaris Takmir Masjid Agung Surakarta, Abdul Basit, saat dihubungi Selasa (17/3).
Dengan kondisi tersebut, jemaah sebagian membawa sajadah dari rumah. Agar selalu bersih, pihaknya sering mengepel lantai. Pengepelan dilakukan setiap sif, baik pagi, siang maupun malam.
"Jemaah kita imbau agar membawa sajadah sendiri dari rumah," katanya.
Terkait imbauan tidak bersalaman, hal tersebut merupakan langkah antisipatif mencegah penularan virus Covid-19. Menurutnya, Kemenag Solo juga memberi imbauan agar pengajian dan kegiatan yang menghadirkan banyak orang, ditunda ataupun dibatalkan.