Kasus pembunuhan yang menewaskan bocah berinisial APA masih terus diusut oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Pembunuhnya adalah gadis remaja berinisial NF (15).
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto menyarankan pemberitaan ini tidak terlalu dibesar-besarkan. "Bila pemberitaan berlebihan akan menjadi negatif jikalau dikonsumsi anak-anak, nanti jadi kontraproduktif," kata Heru dalam keterangannya, Senin (9/3).
Menurut dia, pemberitaan selama tiga hari cukup menyadarkan masyarakat agar lebih peka melindungi anak-anaknya. "Saya rasa bisa membuat orangtua lebih aware melakukan langkah-langkah perlindungan bagi anak-anak kita," ujar dia.
Heru menyatakan, NF saat ini masih diperiksa kejiwaannya oleh tim dokter Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Hasil diperkirakan akan keluar dalam waktu 1 sampai 2 pekan.
"Masih proses pemeriksaan dokter. Hasil pemeriksaan baru keluar 1 sampai 2 minggu," ujar dia.
Sebelumnya, seorang remaja berusia 15 tahun tiba-tiba mendatangi Kantor Polsek Metro Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (6/3). Kepada polisi, gadis remaja berinisial NF itu mengaku baru saja membunuh seorang bocah.
"Ada tadi pagi, tapi cuma sebentar saja. Yang piket bertanya, rupanya tempat kejadian perkaranya itu di Sawah Besar (Jakarta Pusat), jadi diarahkan ke sana," kata Kapolsek Taman Sari, AKBP Abdul Ghofur saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (6/3).
Abdul Ghofur menjelaskan, gadis remaja itu datang seorang diri sekira pukul 10.00 Wib. Salah satu petugas jaga lantas menemuinya. Remaja itu menjelaskan, ada jasad anak kecil yang disimpan di lemari kamarnya
"Katanya dia habis membunuh, yang dibunuh ada di rumah. Dia disimpan dalam lemari," ujar Kapolsek.
Abdul Ghofur bergegas menghubungi Kapolsek Sawah Besar. Sebab, tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan oleh remaja itu berada di Jalan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
"Saya tanya wilayah di mana? Oh kelurahan Karang Anyar. Saya kontak Kapolsek Sawah Besar. Nah mereka ke TKP, betul ada pembunuhan," ucapnya.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com