75 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari 15 kecamatan se-Kota Makassar dilantik di Hotel Four Points by Sheraton, Sabtu, (29/2). Pelantikan tersebut menuai protes dan dipertanyakan anggota PPK yang tidak lolos.
Mereka mempertanyakan keputusan KPU Makassar karena nilai CAT-nya atau Computer Assisted Test tertinggi dari calon lainnya. Salah satu calon PPK yang tidak lolos bernama Herman Maulana membagikan cerita tersebut lewan akun media sosialnya. Herman juga mempertanyakan kredibilitas KPU dalam proses seleksi tersebut.
Menjawab kritikan, Komisioner KPU Makassar divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM, Endang Sari mengatakan, CAT bukanlah satu-satunya ukuran untuk menentukan terpilihnya seorang anggota PPK.
Dia menjelaskan CAT hanya satu bagian tes dari beberapa tahapan. CAT adalah alat untuk mengukur pengetahuan teknis dan pemahaman calon bersangkutan terkait aturan kepemiluan.
"Nah oknum yang hari ini memprotes terkait nilai CAT-nya yang tertinggi tapi tidak lolos sebagai anggota PPK. Saat wawancara, hasil CAT-nya tidak berbanding lurus dengan pernyataan saat wawancara. Ketika kami konfirmasi ulang pendalaman terkait UU nomor berapa tidak mampu disebutkan. Juga pasal-pasal krusial yang jadi materi seleksi CAT tidak diketahui. Bagi kami itu sudah jadi catatan," kata Endang Sari di lokasi, Sabtu (1/3).
Selain pemahaman tentang hukum kepemiluan, kata Endang, KPU akan melihat attitude, integritas, independensi, pemahaman kewilayahan sebagai calon anggota PPK.
"Kami tidak ingin kecolongan. Kami belajar betul dari proses Pemilu 2019 lalu, banyak sekali kasus hukum yang terjadi dan kami semua harus diperiksa terkait hal yang bukan perbuatan kami. Itu perbuatan penyelenggara ad hoc di tingkat kecamatan dan kelurahan. Makanya proses perekrutan berlapis-lapis dan bukan hanya internal KPU saja yang menyeleksi tapi juga publik Makassar dan Bawaslu," jelas dia.
Advertisement
Muhammad Idris, salah seorang anggota PPK dari Kecamatan Tamalate mengapresiasi sistem perekrutan anggota PPK ini karena transparan dan penjaringannya berjenjang.
Calon anggota PPK, kata Idris, bukan hanya dites soal pengetahuan kepemiluan lewat CAT tapi lebih banyak digali soal integritas, independensi dan profesionalisme kerja.
"Tidak kalah penting adalah pelibatan masyarakat untuk membantu trekking biodata calon saat KPU membuka ruang tanggapan dari masyarakat yang didahului dengan mempublish nama-nama calon anggota PPK," ujarnya.