Alat Deteksi Getaran Gempa akan Dipasang di Kawasan Ibu Kota Baru

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bakal memasang seismograf di 10 titik lokasi kawasan calon ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Meski memang dalam sejarahnya, getaran gempa di Kalimantan Timur masuk skala kecil.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Alat Deteksi Getaran Gempa akan Dipasang di Kawasan Ibu Kota Baru
Presiden Jokowi di Ibu Kota Baru. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bakal memasang seismograf di 10 titik lokasi kawasan calon ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Meski memang dalam sejarahnya, getaran gempa di Kalimantan Timur masuk skala kecil.

"Potensi dan sejarah gempa ada, meski kecil. Kita ketahui, ada sesar meratus dan sesar kecil lainnya. Artinya di situ ada potensi gempa tapi kecil," kata Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Bambang Setyo Prayitno ditemui di Samarinda, Selasa (28/1).

Bambang menerangkan, kegempaan di Kaltim relatif lebih kecil apabila dibandingkan pulau Jawa, Sumatera dan Indonesia timur. "Jauh lebih rendah di sini," ujar Bambang.

"Kami akan pasang Seismograf di 10 lokasi kawasan calon ibu kota baru, tahun ini juga. Di Balikpapan, memang sudah ada eksisting di situ. Apakah akan kita tambah, kita lihat nanti," tambah Bambang.

"Seismograf itu, untuk mendeteksi getaran. Sesuai tipe getaran, yang disebabkan gempa. Kalau vulkanik, bukan tupoksi BMKG. Melainkan PVMBG," terangnya lagi.

Bambang menjelaskan, dia dan timnya sore ini tadi bertemu BPBD Kalimantan Timur di Samarinda, untuk melakukan koordinasi rencana survei di kawasan ibu kota baru, sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Kami akan survei calon kawasan ibu kota baru. Untul kegiatan BMKG, ke depan seperti itu. Survei untuk mengetahui, karakteristik jenis tanah setempat. Apakah tanah keras, tanah lunak, atau sedang," sebut Bambang.

Selain itu, tim BMKG juga akan mengukur setiap material. "Karena setiap material itu kan punya frekuensi natural masing-masing. Kita akan ukur itu, di samping pengukuran untuk penentuan kedalaman bantuan dasarnya," ungkap Bambang.

Hasil dari survei itu akan dilakukan pemetaan. "Tergantung dari hasil pengukuran. Jadi, survei itu kan perlu waktu, kurang lebih 3 bulan. Kita akan pilih, kondisi cuaca yang bagus," jelas Bambang.

Rekomendasi