Mandi di Sungai, Santri di Bogor Hilang Terbawa Arus Sejak Minggu

Seorang santri, Ridho Fahri Habibie (15) hilang akibat hanyut di aliran Sungai Cisindangbarang, Jalan Pagentongan Loji, RT01/06, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, sejak Minggu (19/1) pukul 16.00 WIB.

Rasyid Ali
Oleh Rasyid Ali - Reporter
Mandi di Sungai, Santri di Bogor Hilang Terbawa Arus Sejak Minggu
ilustrasi orang tenggelam. ©2016 Merdeka.com

Seorang santri, Ridho Fahri Habibie (15) hilang akibat hanyut di aliran Sungai Cisindangbarang, Jalan Pagentongan Loji, RT01/06, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, sejak Minggu (19/1) pukul 16.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Priyatna Syamsah menjelaskan, Minggu kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB 7 orang santri Pondok Pesantren Hamalatur Qur'an Al Falakiyah, keluar untuk berbelanja di kawasan Empang.

"Namun mereka mandi di Sungai Cisindangbarang. Ada 4 yang mandi di sungai. Satu di antaranya dilaporkan hanyut karena tidak bisa berenang," kata Priyatna, Senin (20/1).

Sejak Minggu malam hingga Senin ini, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian. Tim kesulitan karena terkadang terjadi aliran deras di sungai ini secara tiba-tiba.

"Sejak pagi jam 8 pagi tadi, 26 personel gabungan sudah melakukan pencarian dimulai dari titik korban hanyut," kata dia.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Basarnas, kata dia, tim dibagi menjadi beberapa regu untuk melakukan pencarian di 4 titik.

"Titik pertama di lokasi hilangnya korban. Kemudian ke jembatan pabrik ban Goodyear, kemudian ke DAM Bubulak dan ke hilir Sungai," katanya.

Kata dia, saat ini pencarian masih dilakukan melalui darat, terutama di titik pertama dan kedua. Perahu karet baru akan diturunkan pada titik ketiga dan keempat.

"Kita juga siapkan tim penyelam, tapi kita coba pencarian darat dulu. Ada dua titik yang kita curigai. Kita cek dulu di titik itu perlu penyelaman atau tidak," katanya.

Rekomendasi