Ratu Agung Sejagat, Fanni Aminnadia, diketahui sempat mengalami keguguran selama mengontrak di Berjo Kulon RT 05 RW 04, Sidoluhur, Godean, Sleman, DIY. Janinnya kemudian dimakamkan di pelataran rumah kontrakan.
Pjs Lurah Sidoluhur, Sudarmanto, menerangkan dari keterangan pengelola rumah, Mursinah diketahui Fanni mengalami keguguran sekitar dua atau tiga minggu yang lalu. Janin itu kemudian langsung dimakamkan di halaman rumah kontrakan.
"Jadi warga tidak ada yang tahu. Saat kemarin ada penggeledahan (dari polisi) baru ketahuan kalau ada makam di kontrakan yang ditinggali Pak Toto," ujar Sudarmanto, Jumat (17/1).
"Dari pengelola rumah, Bu Mursinah diketahui Bu Fanni keguguran sekitar dua atau tiga minggu yang lalu. Kebetulan warga tidak ada yang tahu. Atas kesepakatan bersama antara warga dan pengelola rumah, akhirnya makam akan dipindahkan," imbuh Sudarmanto.
Advertisement
Makam janin itu akan kemudian dipindahkan ke TPU Makam Penggel yang berada di Desa Sidorejo, Jumat (17/1).
"Kita pindahkan tadi. Harapan kami supaya janin mendapatkan tempat yang layak dan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat," ucap Sudarmanto.
Dari pengamatan di lapangan, prosesi pemindahan makam didahului dengan pembongkaran makam. Saat dibongkar nampak sebuah kendi yang ditutupi oleh kain. Pemindahan makam dimulai pukul 16.00 WIB.
Kendi berisi janin selanjutnya dipindahkan ke tempat baru. Setelahnya dibungkus kembali dengan kain kafan.
Saat dipindahkan, janin yang disimpan dalam kendi dibawa dengan cara digendong menggunakan selendang oleh seorang warga setempat yang bernama Bejret. Kendi itu kemudian dipindahkan dengan berjalan kaki dari rumah kontrakan Toto ke TPU Penggel di desa Sidorejo.