Totok Santosa membuat heboh. Dia mendeklarasikan diri sebagai raja Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. Keraton itu didirikan sejak 2018. Bersama istri sirinya, Fanni Aminadia.
Totok tak main-main membangun kerajaan. Struktur pemerintahan juga dia persiapkan. Dia juga menyiapkan seragam raja dan permaisuri juga pengikutnya.
"Jadi begitu ditangkap langsung ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 tentang 1946 tentang menyiarkan kabar bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dan pasal 378 KUHP tentang penipuan," kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, saat menggelar jumpa di Polda Jateng, pada Kamis (16/1).
Dalam jumpa pers itu juga terungkap, Totok pernah tinggal di Jakarta. Tepatnya di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.
Informasi didapat, Totok menghuni bangunan di Jl Mangga Dua VIII RT 012/RW 005, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Advertisement
merdeka.com coba menelusuri alamat itu. Penasaran, apakah singgasana Totok menyerupai keraton megahnya di Purworejo.
Untuk mencapai lokasi, harus melewati gang kecil di permukiman padat penduduk. Setibanya di lokasi, bangunan yang pernah dihuni Totok sudah tidak ada. Hangus terbakar kira-kira tahun 2016.
Tempat itu kini berubah lahan kosong dipadati tanaman liar. Persis bersebelahan dengan rel kereta Stasiun Pademangan.
Ketua RT 012 RW 005, Abdul Manaf, saat ditemui merdeka.com membenarkan ada warganya bernama Totok Santosa. Dulu, Totok mengontrak rumah kecil yang berdiri tepat di samping rel.
"Saya baru ketemu dia sekali tahun 2015. Dia pernah minta pengantar untuk ganti kartu keluarga, waktu itu buat sendiri, karena dia belum menikah, kelahiran Wonosobo," cerita Abdul Manaf, saat ditemui merdeka.com, Kamis (16/1).
Namun, setahun kemudian Totok pindah. Setelah rumahnya diamuk si jago merah.
Advertisement
Selama menjadi warganya, Abdul Manaf dan tetangga lain tak terlalu berinteraksi dengan Totok.
"Dia di sini ngontrak sama Pak Saiman sekarang sudah tidak di sini. Dia jarang di rumah, berapa bulan hilang, terus balik untuk bayar kontrakan," sambungnya.
Setelah peristiwa kebakaran itu, lahan tempat berdirinya rumah kontrakan Totok diambil alih PT KAI.
Hanya sedikit hal yang diingat Abdul Manaf dari sosok sang Raja Keraton Agung Sejagat itu. Sebab Totok dikenal tak pernah banyak bergaul dengan warga.
"Saya sebenarnya juga merasa dirugikan karena dia (toto) tidak pernah hadir dalam kerja bakti warga sini, tiba-tiba dia datang minta perbarui KK, tidak ada kontribusi, saya mau bikinin juga dia siapa. Cuma karena dia tercatat sebagai warga saya, mau tidak mau ya saya buat," jelasnya.
Kini mimpi Totok dan Fanni membangun kerajaan harus dikubur dalam-dalam. Polisi telah menetapkan keduanya tersangka dan ditahan.