Serang Polisi Pakai Parang, Kurir Sabu Asal Malaysia Ditembak di Samarinda

Dari tangan pelaku, petugas menyita lebih 3,7 kilogram sabu yang dikemas bungkus makanan ringan.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Serang Polisi Pakai Parang, Kurir Sabu Asal Malaysia Ditembak di Samarinda
Kurir narkoba di Samarinda ditembak. ©2020 Merdeka.com

Polisi menembak mati warga Samarinda, Tahang Tenri, kurir sabu asal Malaysia di rumahnya, Jalan Kerukunan, Samarinda Senin (7/1). Dari tangannya, petugas menyita lebih 3,7 kilogram sabu yang dikemas bungkus makanan ringan.

"Pelaku ini adalah kurir," kata Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol Eddy Sumitro Tambunan di Mapolresta Samarinda, Jalan Selamet Riyadi, Rabu (8/1).

Eddy menerangkan, pihaknya membutuhkan waktu 2 pekan untuk menangkap pelaku hingga berada di Samarinda. "Ini pengembangan kasus sebelumnya. Siapapun apapun berkaitan narkoba, kita sikat habis. Karena kami komitmen berantas narkoba," ujar Eddy.

Sementara, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Akhmad Shaury menjelaskan, pelaku ditangkap di rumahnya sekitar pukul 23.00 WITA. Dari tangannya, disita barang bukti 3,7 kilogram sabu.

"Saat dilakukan penangkapan, pelaku melawan petugas menyerang dengan parang. Untung saja anggota bisa menghindar. Sehingga, dilakukan tindakan melumpuhkan," ujar Shaury.

"Tapi, karena situasi malam hari, pelaku terkena peluru di bagian dada saat kabur di kawasan semak-semak dekat rumahnya. Dibawa ke rumah sakit. Sampai rumah sakit, meninggal dunia," tambah Shaury.

Shaury menerangkan, sabu seberat 3,7 kg itu dikemas dalam 2 bungkus makanan ringan Malaysia. "Barang itu dibawa dia dari Tawau Malaysia. Pasti lewat laut dulu, nyeberang ke Nunukan, kemudian ke Tarakan. Jadi sebelum sampai Samarinda melalui laut dan darat," ungkap Shaury.

Dia memastikan sabu yang disita belum beredar ke konsumen. Semua masih bungkus asli berupa produk makanan. Shaury juga tidak menampik, Samarinda masih menjadi pasar menggiurkan bagi bandar narkoba.

"Kira-kira begitu (Samarinda masih menjadi pasar menggiurkan peredaran narkotika jenis sabu)," tandas Shaury.

Keterangan diperoleh merdeka.com, sabu sebanyak itu hendak dikirim ke kawasan permukiman yang dikenal Pulau Indah di Samarinda. Kawasan itu, di 2019 lalu dicap sebagai kampung narkoba. Baik polisi dan BNN, sudah bolak balik melakukan penindakan terhadap bandar maupun pembeli barang haram itu.

Keluarga pelaku sempat datang ke kamar jenazah untuk melihat pelaku dan mendengar penjelasan kepolisian. Usai dimandikan, jenazah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

Rekomendasi