Ini Penyebab Kecelakaan Bus Kramat Djati di Tol Kalikangkung

Sopir sendiri diketahui melaju dengan kecepatan 70 kilometer per jam berada dalam gigi lima.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ini Penyebab Kecelakaan Bus Kramat Djati di Tol Kalikangkung
bus terbakar. shutterstock

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga sopir bus Kramat Jati yang terlibat kecelakaan beruntun dengan bus Pelita Jaya di GT Kalikangkung, pada Sabtu (28/12) tidak memahami prosedur mengemudikan kendaraannya. Sopir sendiri diketahui melaju dengan kecepatan 70 kilometer per jam berada dalam gigi lima.

"Itu sudah tinggi sekali, seharusnya cukup gigi tiga pada jalan menurun. Akibat saking kencangnya laju, sopir tidak bisa menggerakkan setir dan remnya juga tidak berfungsi," kata Pimpinan Tim Investigasi KNKT, Achmad Wildan saat menggelar investigasi di Semarang, Senin (30/12).

Dia mengungkapkan untuk saat ini, pihaknya sedang memintai keterangan saksi dari penumpang dan sopir. Berdasarkan informasi dari penumpang, sopir sering mengerem mendadak sejak melintas dari Boyolali, Salatiga.

"Dan kita kroscek dengan sopir bilang sudah mengalami kendala pada rem. Itu kesimpulannya kecelakaan di Kalikangkung sama dengan di Pagar Alam dan Pasuruan, bahwa pengemudi pakai gigi tinggi di jalanan yang menurun. Akibatnya remnya tidak bekerja. Kalau di istilah kita itu break fading. Itu pemicu 10 kecelakaan bus di Indonesia," jelasnya.

Penyebab istilah tromol bus yang ngantong atau break fiding tersebut akibat mayoritas sopir bus tidak ada yang memahami prosedur mengemudi yang aman. Kondisi tersebut diperparah dengan perilaku sopir yang memasang kampas rem asal-asalan.

Pemasangan kampas rem yang tidak teliti membuat posisinya tidak presisi. Hal ini yang membuat kemampuan pengereman pada bus menjadi menurun dan kurang pakem.

"Karena masang kampas remnya ngasal, sopirnya main ketok sembarangan, maka kondisinya jadi gak presisi. Nah, tromol yang ngantong itu penyebabnya gara-gara kemampuan remnya tidak pakem. Itu juga dialami bus Kramat Jati di Kalikangkung," jelasnya.

Banyak tromol bus yang ngantong karena jalannya naik turun. Hal itu diperkuat dengan pengakuan sopir Kramat Jati, saat masuk Tol Kalikangkung tromol busnya tiba-tiba mengunci.

"Istilah teknisnya itu tromolnya sudah ngantong. Di Indonesia, rata-rata tromolnya memang banyak yang ngantong karena jalannya naik turun. Jadi mudah overheat," tutup Achmad Wildan.

Rekomendasi