Istana: Presiden Jokowi Tidak Menyalahkan Siapa-siapa atas Kasus Jiwasraya

"Beliau hanya menyampaikan fakta bahwa masalah Jiwasraya sudah terjadi sejak lama," kata Dini.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Istana: Presiden Jokowi Tidak Menyalahkan Siapa-siapa atas Kasus Jiwasraya
Presiden Jokowi berulang tahun. ©2017 Merdeka.com

Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono menjelaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menyalahkan siapa-siapa terkait masalah asuransi Jiwasraya. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut kata Dini haya menjelaskan masalah PT asuransi tersebut sudah bermasalah sejak lama dan butuh waktu untuk menyelesaikannya.

"Presiden Jokowi tidak menyalahkan siapa-siapa. Beliau hanya menyampaikan fakta bahwa masalah Jiwasraya sudah terjadi sejak lama," kata Dini saat dihubungi, Jumat (27/12).

Sebab itu, Jokowi kata dia memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengambil langkah-langkah guna cari solusi. Sehingga investasi kembali berjalan dan penegakan hukum juga terlaksana.

"Penegakan hukum juga sudah mulai dijalankan oleh Jaksa Agung. 10 pihak yang diduga terlibat dalam kasus Jiwasraya sudah dicekal," ungkap Dini.

Sebab itu, Pemerintah kata Dini fokus untuk cari solusi dan langkah-langkah ke depan. Dan meminta agar publik tidak menyalahkan satu sama lain.

"Lebih baik kita fokus pada solusi dan langkah-langkah ke depan dibandingkan membahas siapa menyalahkan siapa. Itu tidak ada gunanya," jelas Dini.

Sebelumnya, Staf Susilo Bambang Yudhoyono, Ossy Dermawan, mengungkap sikap Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono terkait masalah asuransi Jiwasraya. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut kasus itu persoalan 10 tahun lalu.

Ossy menjelaskan, SBY kedatangan tamu yang menyatakan kasus Jiwasraya ini akan dibawa mundur ke tahun 2006. Pertemuan tersebut dilakukan Kamis (26/12) kemarin.

"Dengan tenang SBY menjawab: kalau di negeri ini tak satupun yang mau bertanggung jawab tentang kasus Jiwasraya, ya. Salahkan saja masa lalu," ujar Ossy melalui Twitter, Jumat (27/12).

Rekomendasi