Sepasang pengantin asal Desa Perajen, Kecamatan Banyuasin I, Banyuasin, Sumatera Selatan, menggelar akad nikah di depan salah satu jenazah korban bus Sriwijaya masuk jurang di Pagaralam. Pernikahan itu diketahui dari postingan akun Instagram @palembangwikwikwik, Rabu (25/12).
Dalam akun itu, tertulis caption 'Proses pernikahan di depan jenazah orang tua pengantin wanita, korban laka bus di pagar alam. Tkp perajen'. Sejak diposting pagi tadi, video berdurasi delapan detik itu telah ditonton 2.830 kali dan 18 komentar.
Akun @ryo_sunaryo mengaku kenal dengan baik dengan mempelai wanita bernama Pipit yang sama-sama bekerja di salah satu pabrik. "Penganten perempuannyo itu kawan kerja aku min di pabrik... sedih nian min," tulisnya.
Akun @dewi_carolin menjelaskan, jenazah tersebut bernama Warsono (62) yang ikut tewas dalam insiden bus Sriwijaya, Senin (23/12) malam. Korban pulang kampung untuk menikahkan putri pertamanya yang dijadwalkan pada 29 Desember 2019.
"@ryo_sunaryo yg meninggal itu mas Warsono Abdullah kawan aku kerjo dulu, memang pipit anak tuo nikah tgl 29 des ini tp Allah berkehendak laen. Smg alm n cucu nyo mendapat t4 yg terindah di jannahNya Allah. Aamiin Allahumma Aamiin," tulisnya.
Dikabarkan, dalam insiden itu cucu Warsono bernama M Akbar Prabowo (13) turut tewas. Jenazah keduanya langsung dimakamkan dalam satu liang di TPU setempat usai prosesi akad nikah.
Advertisement
Kronologi Kecelakaan
Sebelum masuk ke jurang dengan kedalaman sekitar 150 meter, bus Sriwijaya nomor polisi BD 7031 AU jurusan Bengkulu-Palembang, mengalami tiga kali kecelakaan kecil. Penumpang sempat mengingatkan sopir agar lebih hati-hati.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengungkapkan, kecelakaan itu terjadi beberapa jam sebelum kejadian. Seperti terperosok di selokan, ditabrak mobil dari belakang dan bersenggolan dengan kendaraan lain.
"Dari keterangan korban selamat, selama perjalanan dari Bengkulu hingga TKP, setidaknya tiga kali kecelakaan kecil, tapi bus tetap melanjutkan perjalanan," ungkap Supriadi, Selasa (24/12).
Tiga kali kecelakaan itu membuat waktu tempuh dari Bengkulu menuju Palembang lebih lama dari biasanya. Bus itu berangkat dari Bengkulu pada Senin (23/12) pukul 14.00 WIB yang mengambil rute Bengkulu-Kepahyang-Pagaralam.
"Dan akhirnya pada pukul 23.00 WIB, bus itu menabrak pembatas jalan di tikungan Lematang Indah lalu terjun ke jurang dan masuk sungai. Ketinggiannya kira-kira 150 meter," ujarnya.