Delapan orang di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, menjadi korban gigitan anjing liar. Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Dan Perikanan Kabupaten Bangli Ni Nyoman Sri Rahayu menuturkan, hasil pemeriksaan sampel otak anjing liar oleh Balai Besar Veteriner (BBVET) Denpasar menyimpulkan anjing terjangkit rabies.
"Hasilnya positif (rabies), kami sekarang Koordinasi untuk tindaklanjutnya ke lapangan kasus itu sesuai dengan SOP," kata Rahayu saat dihubungi, Senin (16/12).
Sementara para warga yang terkena gigitan sudah dilakukan vaksin antirabies (VAR) dan nantinya direkomendasikan untuk mendapatkan VAR lanjutan. "Iya (warga) itu diingatkan untuk yang mendapat (VAR) kedua dan ketiganya," imbuhnya.
Usai kejadian tersebut, warga di Desa Songan beramai-ramai memburu anjing dan membunuh. "Iya kemarin diburu ramai-ramai sama warga. Kalau biasanya, kita yang menidurkan tapi ini sudah diburu ramai-ramai anjing sudah dibunuh oleh warga," ujarnya.
Sepanjang tahun 2019 ada 35 kasus gigitan anjing rabies di Bangli. Kemudian untuk populasi anjing di Bangli mencapai 59.346 ekor. Tetapi hanya 25 persen anjing yang dikandang oleh pemiliknya. Sementara sisanya diliarkan. Dia juga menyebut untuk vaksinasi anjing di Bangli sudah dilakukan rutin setiap tahun yang mencapai 80,66 persen.