Visi misi pembangunan menjadi faktor penting bagi pemerintah daerah (pemda) yang ingin mengembangkan kawasannya menjadi tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (TPB/SDGs).
Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Sri Indah Wibi Nastiti di sela-sela kegiatanForum Kemitraan Multi-Pihak 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (20/11).
Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Sri Indah Wibi Nastiti/Merdeka.com
Kata dia, pemda perlu memiliki rencana strategis (renstra) melalui suatu dokumen perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu 1 hingga 5 tahun.
"Kunci utamanya ialah punya visi dulu menjadi kota berkelanjutan inklusif. Ketika mau itu, kota perlu punya renstra atau blue print yang jelas, mana yang harus dilaksanakan mana yang harus didahulukan lima tahun pertama lalu berikutnya," katanya.
Setelah itu, pemda wajib berkolaborasi dengan semua pihak untuk mengembangkan wilayahnya. Kerjasama dengan semua elemen mulai dari masyarakat, swasta hingga perguruan tinggi penting supaya tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Selain itu, para pihak ini bakal mempermudah pemda untuk mengembangkan wilayahnya.
Menurut Indah, hingga saat ini masih ada pemda yang belum melibatkan semua pihak yang berpotensi bisa turut serta mengembangkan wilayahnya.
"Dalam jangka panjang semua pihak terlibat. Karena mereka tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan tujuan pembangunan. Apalagi dengan segala keterbatasan pemerintah, maka menjadi suatu keniscayaan untuk melibatkan semua pihak seperti swasta, NGO, masyarakat, perguruan tinggi hingga media.""
"Tujuannya sama semuanya untuk menyejahterakan masyarakat. Sebaiknya dilibatkan sejak awal, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring. Sehingga jadi jika ada klaim maka sudah menjadi program bersama. Kalau potret saat ini sudah banyak pemda menjalankan seperti itu, tapi mungkin belum semua pihak. Mungkin baru dengan swasta atau NGO, perguruan tinggi. Jadi mungkin belum semua," terangnya.
APEKSI sendiri, lanjut Indah, kerap menyelenggarakan forum-forum diskusi yang bertujuan membuka jejaring pemda dengan para pihak untuk mengembangkan pembangunan berkelanjutan di daerah.
"Dalam berbagai forum kita memperkenalkan pelibatan semua pihak itu. Memang terkadang dalam isu tertentu seperti bencana, perubahan iklim, bagaimana kita mendorong mereka untuk bekerjasama. Mereka kadang pemerintah kota punya forum CSR tetapi terkadang tidak berkelanjutan, misal hanya charity saja belum dalam bentuk program. Jadi, agar menjadi jejaring mereka dalam pembangunan berkelanjutan," tuntasnya.