Manipulator Agama, Gunakan Agama untuk Tujuan yang Bertentangan

Menurut Amir, mereka yang pantas disematkan sebagai pemanipulator agama adalah mereka yang memang ingin menggunakan agama untuk tujuan berbeda. Baik sebagai bentuk kekerasan, atau pun penghasutan secara ideologi yang bertentangan dengan dasar falsafah negara.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Manipulator Agama, Gunakan Agama untuk Tujuan yang Bertentangan
Diskusi Radikalisme Atau Manipulasi Agama. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amir beralasan penggunaan kata manipulator agama sudah tepat mengganti kata radikalisme. Amir berpandangan, kata radikal kadang berbeda penangkapannya antara yang mengucapkan dan diucapkan.

"Radikalisme sering salah dipahami istilahnya tidak tepat yang mengucap dan diucapkan bisa saja berbeda, sehingga dengan penggunaan manipulator agama dapat dipahami mereka adalah yang memanipulasi agama dijadikan instrumen untuk menjustifikasi kekerasan," kata Amir dalam diskusi FMB9 di Kantor Kemenkominfo, Senin (11/11).

Menurut Amir, mereka yang pantas disematkan sebagai pemanipulator agama adalah mereka yang memang ingin menggunakan agama untuk tujuan berbeda. Baik sebagai bentuk kekerasan, atau pun penghasutan secara ideologi yang bertentangan dengan dasar falsafah negara.

"Jadi itu yang disebut manipulator agama, dia gunakan agama untuk tujuan yang bertentangan dengan agama itu sendiri," jelas dia.

Amir berharap dengan diubahnya diksi tersebut, masyarakat lebih mampu mengartikan dan memahami bagaimana para oknum mencederai agama untuk tujuan menyimpang.

"Pancasila, NKRI, UUD45 adalah harga mati yang harus bersama kita perjuangkan, kita harus pahami benar apa pun agamanya untuk bersama membuat kita menjadi masyarakat yang taat beribadah dan menghargai kita sebagai warga negara baik," Amir menandasi.

Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi