Lebam di Kepala dan Kaki Lecet, Akbar Alamsyah Diduga Keluarga Diseret

Pihak keluarga menyebut sekujur tubuh Akbar mengalami luka lebam sebelum meninggal. Akbar mengalami berat di kepala dan lecet di kepala diduga akibat diseret.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Lebam di Kepala dan Kaki Lecet, Akbar Alamsyah Diduga Keluarga Diseret
Keluarga Akbar Alamsyah. ©2019 Liputan6.com

Kepergian Akbar Alamsyah masih menyisakan duka bagi keluarga. Pemuda berusia 19 tahun itu sebelumnya dirawat di RSPAD Gatot Subroto, usai koma setelah ditemukan penuh luka usai demonstrasi di Slipi, Palmerah, 25 September 2019, lalu.

Pihak keluarga menyebut sekujur muka Akbar mengalami luka lebam sebelum meninggal. Akbar mengalami berat di kepala dan lecet di kepala diduga akibat diseret.

"Yang luka bagian kepala saja. Kepala ke bawah tidak apa-apa. Cuma di kaki lecet, mungkin karena diseret," kata Irawan saat pemakaman Akbar di TPU Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (11/10).

Irawan mengatakan, pada awalnya sang ibunda tidak mengenali adik iparnya itu. Sang ibu baru mengenali setelah mengingat ada luka bekas knalpot di kaki Akbar. Identitas itu cocok dengan pasien di RS Polri yang sebelumnya tidak teridentifikasi. Dari situ ibu Akbar baru sadar bahwa itu anaknya.

Andre yang juga masih keluarga dekat korban menunjukkan foto Akbar saat masih koma di rumah sakit. Dalam foto tersebut, terlihat Akbar sekujur mukanya lebam seperti bekas hantaman benda tumpul.

Irwan yang turut melihat Akbar di rumah sakit menuturkan bahwa saat masih di RS Polri dan belum dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, kepala Akbar diberi selang kecil. Irwan yang penasaran dan menanyakan hal itu ke dokter, katanya itu untuk mengeluarkan pendarahan di kepala.

"Iya katanya buat ngeluarin pendarahan di kepala," ungkap Irawan.

Sampai saat ini, kata Irwan, pihak keluarga belum mengetahui secara pasti mengapa Akbar bisa mengalami luka-luka di bagian wajah dan kepala seperti itu. Bahkan ibunya sendiri sampai sekarang masih kaget dan belum bisa ditemui atas meninggalnya Akbar.

Akbar diketahui menjadi salah satu korban dalam aksi di DPR RI lalu. Ia baru ditemukan pada Jumat (27/9) lalu di RS Pelni, Jakarta sebelum kemudian dirujuk ke RS Polri dan dirujuk lagi ke RSPAD Gatot Soebroto.

Setelah sekitar dua minggu koma, pada Kamis sore, nyawanya tidak tertolong. Ia meninggalkan ibu dan keluarganya untuk selama-lamanya.

Reporter: Yopi Makdori

Rekomendasi