Prihatin dengan Masalah Bangsa, Fraksi PKS Kompak Pakai Pita Merah Putih di Peci

"Pita merah putih yang kami kenakan dan ikat kencang-kencang sebagai simbol nasionalisme yang harus kita eratkan dalam merespons tragedi kemanusiaan di Wamena Papua dan bencana kabut asap di Riau Kalimantan,"

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Prihatin dengan Masalah Bangsa, Fraksi PKS Kompak Pakai Pita Merah Putih di Peci
Prihatin dengan Masalah Bangsa, Fraksi PKS Kompak Pakai Pita Merah Putih di Peci

Di Hari Batik Nasional, seluruh Anggota Fraksi PKS mengenakan pakaian batik nusantara dan pita merah putih. Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan hal ini sengaja dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya dan karya anak bangsa. Sekaligus bentuk keprihatinan atas kondisi bangsa hari ini.

"Hari ini bertepatan dengan Hari Batik Nasional, maka seluruh Anggota Fraksi PKS kita instruksikan mengenakan batik nusantara sebagai bentuk penghargaan budaya bangsa. Sekaligus apresiasi karya anak bangsa yang mempersatukan Indonesia dalam bingkai nasionalisme budaya" kata Jazuli melalui siaran persnya, Rabu (2/10).

Untuk pita merah putih, kata Jazuli, sebagai bentuk keprihatinan, empati dan rasa nasionalisme atas sejumlah peristiwa yang belakangan terjadi di Indonesia. Mulai dari kerusuhan di Wamena Papua sampai kabut asap di sejumlah wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Pita merah putih yang kami kenakan dan ikat kencang-kencang sebagai simbol nasionalisme yang harus kita eratkan dalam merespons tragedi kemanusiaan di Wamena Papua dan bencana kabut asap di Riau Kalimantan. Kita prihatin, kita bersedih dan kita semua berharap negara bisa menyelesaikannya dengan baik dilandasi semangat nasionalisme yang kuat," pesan Jazuli.

Dengan simbol tersebut, Fraksi PKS DPR ingin mengajak seluruh anggota DPR yang baru dilantik untuk benar-benar memberikan perhatian, kepedulian dan keberpihakan terhadap nasib rakyat.

"Mari kita bersama-sama tunjukkan kepada rakyat bahwa seluruh anggota dewan yang baru dilantik betul-betul berkhidmat untuk rakyat dan berkomitmen kuat mengokohkan nasionalisme Indonesia," tandas Jazuli.

Rekomendasi