Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau pekerjaan lahan kontruksi pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat. Peninjauan tersebut juga dilakukan bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menkominfo Rudiantara, Walikota Depok Muhammad Idris, serta Rektor UIII, Komaruddin Hidayat.
Mereka meninjau beberapa lahan mulai dari gedung fakultas, hingga asrama mahasiswa dan dosen. Universitas bertaraf internasional tersebut ternyata masih banyak permasalahan.
"Di sini tidak bisa dikerjakan lantaran ada masalah terhadap tanah atau lahan," kata Mustapa Nahdi, GM Divisi 1 PT Brantas Abipraya melaporkan kepada JK di lokasi pembangunan UIII di Depok, Jawa Barat, Kamis (22/8).
Kemudian, dia juga menjelaskan ada beberapa masalah lain yaitu beberapa tower yang masih ada di lahan bangunan kampus. Beberapa spot-spot kampus juga baru selesai dibenahi. Lalu pembangunan drainase atau pembangunan lahan air pun masih ada kendala.
"Pekerjaan drainase, di samping jalan warna biru ini karena permasalahan tower-tower ada," ungkap Mustapa.
Selanjutnya JK juga meninjau bangunan dan gedung rumah dosen serta asrama mahasiswa. Yulianto GM PT Wijaya Karya Divisi pembangunan gedung Asrama Mahasiswa menjelaskan, pihaknya sudah membangun 9 rumah dosen. Progresnya juga sudah mencapai 45 persen dari 38 persen.
"Satu ruangan itu 15 meter untuk satu mahasiswa, dan ada balkon 4 meter persegi. Itu juga sudah cukup nyaman,"
Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga sudah hadir dan meletakkan batu pertama pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (5/6) lalu.
Berdasarkan master plan, di kawasan UIII itu akan didirikan mulai dari gedung fakultas, gedung rektorat, perpustakaan, gedung serba guna, pusat olahraga, taman cagar alam, taman suaka religi hingga rumah permanen untuk mahasiswa berkeluarga, karyawan dan tenaga pengajar.
Proyek pembangunan UIII menelan total biaya sebesar Rp 3,97 triliun. Proyek ini merupakan bagian Proyek Strategis Nasional (PSN) dan direncanakan selesai pembangunannya selama empat tahun ke depan sejak peletakkan batu yang pertama.
Meski demikian, Jokowi berharap tahun 2019 ini sudah ada bangunan yang berdiri dan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, meskipun belum maksimal.
Advertisement