Musyawarah nasional alim ulama menghasilkan lima seruan dalam Muktamar PKB di Nusa Dua, Bali. Koordinator munas alim ulama, Syaifullah Maksum mengatakan rekomendasi tidak hanya diserukan untuk partai besutan Muhaimin Iskandar melainkan seluruh elemen bangsa.
Rekomendasi pertama dikatakan Syaifullah bahwa kegiatan dakwah tidak boleh dikotori dengan tujuan apa pun
"Dakwah harus memberikan spirit kehidupan," kata Syaifullah, Rabu (21/8).
Kedua, cara berdakwah seharusnya mengikuti perkembangan zaman. Agar pesan yang disampaikan berdampak positif bagi seluruh masyarakat.
Kendati mengedepankan 'gaya millenial' dalam berdakwah, Syaifullah juga mengingatkan metode dakwah seperti yang dilakukan para wali songo patut dipertahankan, hanya saja harus ada penetrasi digital.
"Model dakwah Walisongo harus dipertahankan tapi dengan metode dukungan dan media perangkat yang berlaku di era digital," tukasnya.
Ketiga, dakwah harus bersifat merangkul, tidak menghakimi apalagi mengandung unsur rasisme. Seruan ini, kata Syaifullah, harus diimplementasikan demi menjaga keharmonisan berbangsa.
Keempat, munas alim ulama menyerukan agar para pendakwah lebih sering melakukan dialog. Menurutnya banyak manfaat dari kegiatan tersebut, salah satu di antaranya adalah banyak aspirasi tersampaikan.
Terakhir, perlu ada keterlibatan negara dalam proses dakwah. "Pemerintah dan pihak yang punya otoritas dalam bidang teknologi digital agar dapat memberikan fasilitas untuk kegiatan dakwah yang di-publish di TV, medsos, sehingga hak masyarakat untuk mempelajari agama dengan benar dapat terjamin dan terjaga," jelasnya.