Redam Situasi, TNI-Polri & Tokoh Adat Ajak Dialog Pendemo di Fakfak Papua Barat

Saat ini personel yang menjaga situasi di Papua Barat juga ditambah. Setidaknya terdapat 12 Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari berbagai Polda seperti Polda Sulsel, Sulteng, Maluku, NTB, dan Kaltim.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Redam Situasi, TNI-Polri & Tokoh Adat Ajak Dialog Pendemo di Fakfak Papua Barat
demo di Fakfak Papua. ©2019 Merdeka.com

Tim gabungan TNI-Polri dibantu tokoh agama, serta tokoh masyarakat sedang berupaya menjalin komunikasi dengan para pendemo di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Demonstrasi ini terkait pengecaman terhadap persekusi diduga dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

"InsyaAllah bisa dikendalikan oleh TNI dan Polri, kami mengedepankan upaya-upaya persuasif, untuk menghentikan tindakan-tindakan yang merugikan di Papua sana," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Rabu (21/8).

Iqbal mengatakan, saat ini personel yang menjaga situasi di Papua Barat juga ditambah. Setidaknya terdapat 12 Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari berbagai Polda seperti Polda Sulsel, Sulteng, Maluku, NTB, dan Kaltim.

"Mereka disebar di wilayah Sorong dan Manokwari, dan Fakfak. Kami tegaskan bahwa mereka tidak dibekali peluru tajam. Kami ingin mengedepankan upaya komunikasi dengan saudara-saudara kita," ujar dia.

Menurut Iqbal, secara umum Papua Barat sudah bisa dikendalikan. Tinggal di wilayah Fakfak.

"Saya kira aksi silakan, sudah diatur Undang-Undang. Tapi harus mengikuti aturan hukum, norma berlaku," ucap dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi