NTB akan Bangun Galangan Kapal Terbesar di Dunia

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengucapkan rasa syukurnya atas pembangunan Global Hub Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara ini.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
NTB akan Bangun Galangan Kapal Terbesar di Dunia
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. ©2019 Merdeka.com

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerja sama dengan pihak Korea Selatan akan membangun galangan kapal terbesar di dunia. Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengucapkan rasa syukurnya atas pembangunan Global Hub Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara ini.

"Saya di sini mewakili masyarakat NTB berterima kasih kepada PT Diamar Mitra Kayangan (DMK) dan Sungdong Group karena telah memilih NTB sebagai lokasi investasi. Global Hub Bandar Kayangan akan membangun galangan kapal terbesar di dunia dengan kawasan bisnis lain yang terintegrasi. Selat Lombok adalah lokasi yang strategis, yaitu berada di ALKI 2 (Alur Laut Kepulauan Indonesia) yang bahkan lebih strategis dari Selat Malaka," kata Zulkieflimansyah saat penandatangan nota kesepakatan dengan Direktur Utama PT. DMK, Soni Diamar, Direktur Utama Sungdong Group, Yung Hong Yun dan Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, Minggu (04/07).

Zulkieflimansyah menyayangkan belum ada pelabuhan internasional yang bisa mendukung transportasi laut di daerah Selat Lombok. Saat ini sekitar 90% ekspor impor harus melalui Singapura, karena kapal yang dimiliki Indonesia terlalu kecil jadi tidak efisien untuk perjalanan jarak jauh.

"Selain itu hampir seluruh pelabuhan di Indonesia dangkal sehingga tidak mampu melayani kapal panmax yang memiliki panjang 300–500 meter. Dengan adanya Global Hub Bandar Kayangan ini maka Lombok akan menjadi poros maritim baru bagi dunia," tutur Zulkieflimansyah.

Zulkieflimansyah menambahkan Global Hub Kayangan akan menjadi kawasan industri yang modern. "Pada proyek tersebut, akan dibangun kawasan industri galangan kapal terbesar di dunia dengan luas lebih dari 1.000 Hektare, pelabuhan internasional untuk kapal ukuran panamax (extra large), kilang minyak dengan kapasitas 50.000 barel/hari, pengolahan minyak, pembangunan pembangkit listrik hingga 900 MW. Global Hub Kayangan pun akan menjadi kota mandiri yang akan mendukung kawasan industri tersebut," papar Zulkieflimansyah.

Sementara itu, Soni Diamar menyatakan proyek ini legal dan sudah mulai dilaksanakan. "Kami sudah mendapatkan izin lokasi dari kementerian Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk areal seluas 7.000 hektar dan didukung oleh PP No. 13 tahun 2017 yang menetapkan Bandar Kayanagn sebagai Kawasan Andalan Nasional. Rencana pembangunan mega proyek Global Hub masih sedang dalam tahap pembebasan lahan," kata Soni.

"Kami memiliki kawasan dengan luas 7.000 hektare dan akan dibebaskan secara bertahap selama minimal 5 tahun. Kami adalah melakukan pembebasan lahan dengan perkiraan antara 1.500 hektare sampai 2.000 hektare per tahun. Proses pembebasan lahan masyarakat sekitar 1.500 hektar sudah dimulai pada akhir April 2019 lalu," tambah Soni.

Rekomendasi