Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menutup pendaftaran calon pimpinan (capim) pada Kamis (4/7) sekira pukul 16.00 WIB. Dari berbagai profesi yang mendaftar, ada 8 jenderal polisi turut meramaikan bursa Capim KPK.
Awalnya jumlah jenderal polisi mendaftar Capim KPK ada 9. Namun satu jenderal mengundurkan diri dengan alasan beratnya proses seleksi. Belum disebutkan siapa Polri yang mundur dari Capim KPK.
"Kan dari sembilan jadi delapan, dari delapan masih ada tambahan lagi. Tambahan lagi diproses hari ini," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019).
Berikut 9 nama jenderal polisi daftar Capim KPK dan juga telah menyerahkan LKHPN sebelum satu orang memundurkan diri:
Advertisement
Petinggi Polri yang mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ialah Irjen Antam Novambar. Antam merupakan Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri pengganti Irjen Ari Dono Sukmanto, sejak 2016. Dia lulusan Akpol pada tahun 1985.
Sebagai orang yang mendaftar Capim KPK, Antam telah melaporkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Dia melaporkan LHKPN pada Mei 2013 dan Juli 2019. Total harta kekayaan berdasarkan laporan terakhir sebesar Rp6.647.673.793.
Selain Antam Novambar, ada Irjen Dharma Pongrekun mendaftar sebagai Capim KPK. Dia adalah Deputi bidang Identifikasi dan Deteksi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sejak 2018. Dharma, lulusan terbaik Akpol 1988. Dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Mei 2019, total harta kekayaan sebesar Rp9.775.876.500.
Advertisement
Irjen Coki Manurung mendaftar sebagai Capim KPK. Coki menjabat sebagai Widyaiswara Utama Sespim Polri dari Januari 2019. Coki melaporkan LHKPN pada Oktober 2007, Desember 2011, dan April 2018. Total harta kekayaan berdasarkan laporan terakhir sebesar Rp4.815.000.000.
Kemudian, Irjen Abdul Ghofur. Nama Abdul Ghofur memang jarang terdengar, namun di dunia kepolisian dia senior. Abdul Ghofur lulus di Akpol tahun 1986. Dia pernah menduduki posisi penting di kepolisian. Di antaranya menjabat sebagai Kasat Serse Polres Indragiri Hulu, kemudian pindah tugas ke Polrestabes Surabaya sebagai Wakasat Serse.
Pada Desember 2011 dan Mei 2017, total harta kekayaan berdasarkan laporan terakhir sebesar Rp1.130.000.000.
Advertisement
Pejabat tinggi Polri lain yang mendaftarkan diri sebagai Capim KPK yaitu Brigjen Muhammad Iswandi Hari. Pada Januari 2008 dan Agustus 2015, dia melaporkan LHKPN. Total harta kekayaan berdasarkan laporan terakhir sebesar Rp1.279.526.166.
Selain Iswandi, nama Brigjren Bambang Sri Herwanto ikut meramaikan pendaftaran Capim KPK. Saat ini dia menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana STIK. Bambang, lulusan Akpol 1984 ini berpengalaman dalam bidang reserse.
Dia melaporkan LHKPN pada April 2015. Total harta kekayaan berdasarkan laporan terakhir sebesar Rp3.204.555.162.
Advertisement
Kemudian ada nama Brigjen Agung Makbul yang juga meramaikan pendaftaran Capim KPK. Agung yang saat ini sebagai Kepala Biro Penyusunan dan Penyuluhan Hukum mencoba peruntungan mendaftar sebagai Capim KPK. Pada Juni 2014. Total harta kekayaan berdasarkan laporan terakhir sebesar Rp993.384.425.
Selanjutnya, Brigjen Juansih. Dia bertugas sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Bindiklat Lemdiklat Polri. Junasih melaporkan LHKPN pada November 2007. Total harta kekayaan berdasarkan laporan terakhir sebesar Rp1.008.613.000.
Advertisement
Jika nama-nama tadi diisi oleh pria, pati polri yang juga mendaftar Capim KPK ialah Polwan bernama Brigjen Sri Handayani. Sri Handayani merupakan Wakapolda Kalimantan Barat.
Sri Handayani, lulusan Sepamilsuk Polri 1986 ini berpengalaman dalam bidang pendidikan Polri. Dia melaporkan LHKPN pada November 2007. Total harta kekayaan berdasarkan laporan terakhir sebesar Rp1.413.146.729.