Operasi pencarian terhadap mantan pemain Persis Solo, Ferry Anto yang hilang terseret ombak di Pantai Baru, Bantul resmi dihentikan, Rabu (26/6). Keputusan tersebut diambil usai pencarian dilakukan selama sepekan.
"Operasi pencarian terhadap korban Ferry Anto resmi ditutup pada 26 Juni 2019 pukul 16.30 WIB. Selama tujuh hari, tim Basarnas dan SAR gabungan melakukan penyisiran hingga radius lima kilometer dari lokasi pertama kali Ferry dilaporkan hilang," ujar Humas Basarnas DI Yogyakarta, Pipit Eriyanto, Kamis (27/6).
Pipit menjelaskan tim SAR gabungan telah berkoordinasi dengan keluarga korban sebelum menghentikan pencarian. Pihak keluarga, sambung Pipit, menerima keputusan penghentian pencarian Ferry.
"Mengenai penutupan operasi pencarian Ferry, kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Termasuk dengan pihak keluarga Ferry. Pihak keluarga sudah menerima keputusan penutupan operasi pencarian Ferry," jelas Pipit.
Pipit menjabarkan pencarian melibatkan Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Yogyakarta, Pos AL Samas, Ditpolair Polda DIY, SAR Satlinmas Rescue Istimewa wilayah 4, BPBD Bantul, PMI Bantul, SAR semesta dan potensi SAR lain.
"Dengan ditutupnya operasi SAR dalam pencarian satu orang terseret ombak di Pantai Baru, maka unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," urai Pipit.
Pipit menambahkan meskipun operasi pencarian sudah dihentikan namun pihaknya akan tetap memantau dan berkoordinasi. Seandainya ada informasi terkait tanda-tanda keberadaan Ferry, lanjut Pipit, tim dari Basarnas siap untuk mengevakuasi.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Ferry bersama putrinya, Fajrina Dwi Saputri dilaporkan hilang usai digulung ombak di Pantai Baru, Kamis (20/6). Fajrina ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Pantai Trisik pada Sabtu (22/6).