Pemerintah Kota Solo akan memindahkan 26 kepala keluarga (KK) terdampak pembangunan underpass Jalan Transito untuk menempati rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Mangkubumen. Akibat rencana pembangunan tersebut, ada sekitar 104 bangunan milik PKL yang tergusur. Namun hanya 26 KK yang ber-KTP Solo sehingga berhak menempati rusunawa.
"Dari 104 bangunan terdampak, ada 26 KK yang akan kami pindah ke Rusunawa Mangkubumen," ujar Kepala UPT Rumah Sewa Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP), Iswan Fitradias Pengasuh, Rabu (19/6).
Iswan mengaku akan melakukan sosialisasi atas penempatan warga terdampak proyek infrastruktur itu berlangsung malam ini. Selain penghuni Jalan Transito, lanjut dia, Pemkot juga mempersilakan warga terdampak program penataan kawasan lainnya untuk menempati rusunawa.
"Ada lagi diperbolehkan menempati rusunawa adalah warga terdampak penataan kawasan sekitar Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo. Mereka ditempatkan di Rusunawa Mojosongo Blok C dan Daerah," imbuhnya.
Ia menjelaskan, Rusunawa Mangkubumen berkapasitas 77 kamar dan dua rusunawa di Mojosongo berkapasitas 116 kamar. Selain untuk warga terdampak penataan, lanjut Iswan, unit lainnya akan diserahkan kepada pemohon yang tidak memiliki rumah dan sudah masuk daftar antrean.
"Kami akan memprioritaskan penempatan lansia dan penyandang disabilitas untuk menghuni unit rusunawa di lantai dasar dan lantai satu," jelasnya.
Lebih lanjut Iswan menerangkan, setelah warga terdampak underpass Transito menerima kunci kamar, mereka diberikan waktu sepekan untuk menempati kamar rumah susun. Jika tidak diindahkan, Pemkot siap menarik kembali kunci kamar rusunawa dan mengalihkannya kepada pemohon lain.
Warga terdampak pembangunan underpass Jalan Transito akan diberikan kompensasi berupa uang bongkar bangunan, ongkos pindah, serta lokasi pengganti usaha atau hak penempatan rusunawa. Menurut Kabid Pedagang Kaki Lima (PKL) Dinas Perdagangan, Didik Anggono, pembongkaran seluruh hunian terdampak akan dimulai pada awal Juli mendatang.