Bomber Pospol Kartasura Kumpulkan Uang buat Beli Bahan Peledak Sejak 2018

"Diledakkan secara manual. Untuk bom kemarin tutup panci lapisannya."

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bomber Pospol Kartasura Kumpulkan Uang buat Beli Bahan Peledak Sejak 2018
Pelaku ledakan pospol Kartasura dirawat di RS Bhayangkara Semarang. ©ANTARA/Wisnu Adhi

Pelaku bom bunuh diri di pos polisi Kartasura, Sukoharjo, Rofik Asharuddin (22) untuk bisa merakit bom sendiri, ia beli bahan-bahan bom dengan cara meminta uang kepada orangtuanya.

"Dia beli bahan minta uang dari ibunya, dengan mencicil beli komponen kimia dicampur black powder untuk dirakit. Jadi cicilnya sudah sejak tahun 2018 lalu," kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Polda Jateng, Rabu (5/6)

Dia menyebut komponen bom yang ditemukan di lokasi kejadian sama persis dengan komponen yang diamankan polisi saat menggeledah rumah pelaku di Kranggan Kulon, Wirogunan, Kabupaten Sukoharjo. Menurut dia, bom yang digunakan pelaku tergolong sebagai low explosive dengan bahan baku black powder.

"Diledakkan secara manual. Untuk bom kemarin tutup panci lapisannya," ujar dia.

Pelaku juga diketahui belajar sendiri tentang cara membuat bahan peledak dan diaplikasikan sendiri di rumahnya. Kedua orangtuanya sempat mengajak orang tuanya untuk berbaiat kepada ISIS. Namun kedua orang tua menolaknya.

"Kedua orang tuanya sempat diajak, namun menolak. Jadi sudah ditegur juga sama orangtuanya," tuturnya.

Untuk mengantisipasi keluarga yang terpapar paham radikal, Rycko sudah berkoordinasi dengan BNPT setempat untuk segera mensosialisasikan.

"Kami sudah meminta BNPT untuk turun sosialisasi pendekatan keluarga agar tidak ikut terpapar paham radikal," ungkapnya.

Rekomendasi