Banyak kisah inspiratif dari sosok Ani Yudhoyono. Seperti kisah saat awal-awal Ani Yudhoyono menjadi seorang istri prajurit TNI setelah menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.
Ani Yudhoyono dikenal sebagai pribadi kuat dan mandiri. Ia mulai mengenal SBY semasa kuliah. Ani langsung jatuh cinta pada SBY pada pandangan pertama, pun sebaliknya. Akhirnya pada 30 Juli 1976, SBY menikahi Ani.
Dalam buku "Ani Yudhoyono, Kepak Sayap Putri Prajurit", karya Alberthiene Endah terbitan R&W, Ani menceritakan suka dukanya menjadi seorang istri prajurit TNI. Ia menemani SBY di masa-masa awal meniti karier sebagai prajurit TNI. Berikut kisah perjuangan Ani Yudhoyono bersama SBY:
Advertisement
Saat SBY Ditugaskan ke Timor Timur
Ani Yudhoyono melewati banyak suka duka saat menunggu SBY kembali dari Timor Timur. Saat mengetahui SBY ditugaskan ke sana, Ani sempat syok. Apalagi saat itu mereka baru saja pindah ke Dayeuh Kolot, tepatnya di markas asrama Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 330 di Bale Endah, Bandung. SBY saat itu menjabat sebagai Komandan Peleton 3, Kompi A, Yonif Linud 330. Di sana ia bertemu dengan para istri prajurit.
Tugas SBY ke Timor Timur memang mendadak. SBY seperti mengerti kegelisahan Ani saat itu. Ia mencoba menggenggam tangan ani dan menenangkannya. "Jangan takut, Berdoa saja agar aku dilindungi Tuhan. Pokonya, no news is good news," kata Ani sembari menirukan SBY.
Selama SBY bertugas di Timor Timur, Ani selalu berharap kabar baik. Apalagi suasana Timor Timor saat itu sedang tak kondusif.
"Kepergian SBY ke Timor Timur menghadirkan satu pendidikan mental yang luar biasa begiku. Dalam waktu yang begitu cepat aku sudah dihadapkan pada tuntutan kedewasaan sikap untuk bisa tenang dan tawakal," cerita Ani.
Ani selalu berdoa untuk keselamatan SBY selama bertugas. Dan doa itu dikabulkan. Di bulan kesebelas, SBY kembali dalam keadaan selamat. "Aku peluk suami dengan perasaan rindu yang tak tertahankan. Lengan SBY melingkar kuat di bahuku. Begini rasanya menjadi istri prajurit," kenang Ani.
Advertisement
Mengelola Keuangan dari Gaji SBY
Dalam buku tersebut, Ani menceritakan bahwa gaji pertama SBY saat berpangkat Letnan adalah Rp 52.500. Ani harus pintar-pintar mengatur keuangan dari hasil gaji SBY.
Ani sempat pusing mengelola keuangan. Melihat kondisi Ani, akhirnya para istri prajurit membantu Ani. Mereka memberi saran agar Ani memisahkan uang dalam amplop untuk kebutuhan yang berbeda-beda.
Namun uang yang dibagi-bagi terlalu sedikit. "Mulanya melakukan itu. Tapi uang yang aku pegang terlalu sedikit untuk dipilah-pilah dalam amplop-amplop. Jadilah aku menggunakan catatan tangan saja untuk membuat perencanaan pengeluaran," kata Ani.
Advertisement
Menjual Es Karena Gaji Letnan SBY Tak Cukup
Tak hanya memilah-milah pengeluaran, Ani juga berinisiatif untuk menjual es mambo. Saat itu para prajurit TNI mendapatkan jatah susu kaleng setiap bulannya.
Ani masih ingat merek susu Shinta ada rasa cokelat, jeruk dan strawberi. bersama kakaknya yang juga istri seorang perwira TNI, Ani mengolah susu itu menjadi es mambo dan dijual untuk menambah uang belanja.
"Pembantu Mbak Titiek kebetulan bersekolah. Dialah yang kami titipi termos dan berjualan es mambo," kenang Ani.
Diakuinya es itu laris manis. Uangnya kemudian digunakan untuk membeli telur, daging atau ikan guna menambah gizi anak-anaknya.