Dua hari menjalani perawatan di IGD Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru, Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani belum sadarkan diri. Demi mendapatkan kesembuhan, keluarga akan memindahkan pengobatan mantan Kapolsek Pasarkliwon, Solo tersebut ke Singapura.
Kepada wartawan, istri Aditia, Dewi mengatakan, pengobatan di rumah sakit Singapura diharapkan bisa membuat kondisi suaminya lebih baik. Saat ini rencana tersebut masih dikaji tim dokter RS Dr Oen Solo Baru, yang menangani suaminya.
"Pengobatan ke RS Singapura semoga bisa menjadi alternatif pengobatan bagi suami saya. Ini masih dikaji tim dokter di sini. Kami mohon doanya yang terbaik untuk suami saya," ujar Dewi, Jumat (10/5).
Dewi menyampaikan, tim dokter di RS Dr Oen Solo Baru telah melakukan operasi untuk menghentikan pendarahan di dalam otak suaminya. Menurut dia, kondisi suaminya tersebut masih kritis dan belum menunjukkan perkembangan positif.
"Kondisinya masih sama seperti kemarin, masih belum sadar," ucapnya.
Aditia menjadi korban pengeroyokan, saat pengamanan bentrokan massa di Wonogiri, Rabu (8/5) malam. Aditia mengalami luka parah di bagian kepala hingga gegar otak. Selain itu dia juga mengalami luka pada tangan dan kaki. Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati menegaskan akan mengejar pelaku pengeroyokan demi tegaknya hukum.