Hiu di Karimunjawa Mendadak Mati Massal, Diduga Karena Terpapar Racun

"Kami nunggu hasil laboratorium, kalau melihat matinya ikan hiu mendadak secara bersamaan dipicu faktor non patogen. Yang dimaksud non patogen seperti keracunan di perairan, akibat suhu perairan tercampur zat toksin atau racun," kata Kepala BKIPM Kelas II

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hiu di Karimunjawa Mendadak Mati Massal, Diduga Karena Terpapar Racun
45 ikan hiu di penangkaran karimunjawa mati. ©2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Balai Karantina Ikan, Pengendalian, Mutu dan Hasil Perikanan Kelas II Kota Semarang menduga puluhan hiu karang yang mati mendadak di Pulau Menjangan Besar Karimunjawa akibat keracunan zat non patogen.

"Kami nunggu hasil laboratorium, kalau melihat matinya ikan hiu mendadak secara bersamaan dipicu faktor non patogen. Yang dimaksud non patogen seperti keracunan di perairan, akibat suhu perairan tercampur zat toksin atau racun," kata Kepala BKIPM Kelas II, Raden Gatot Perdana, Senin (25/3).

Dia menyebut faktor lain yang menyebabkan kematian hiu bisa juga dipengaruhi lingkungan perairan Karimunjawa. Salah satunya karena suhu oksigen yang tidak mendukung dengan baik.

"Bisa juga dari sisi sebaran bahan tambahan toksin atau racun yang muncul alami di perairan serta bisa juga ditambahkan dengan sengaja. Kalau disebabkan oleh patogen atau penyakit ikan, bisa diuji di laboratorium kami. Kalau toksin maka bisa dilakukan uji laboratorium dengan alat khusus di lembaga yang berbeda," jelasnya.

Saat ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Cun Ming untuk membawa sampel daging hiu ke kantor BKIPM. Sampel hiu nantinya bisa diteliti dalam laboratorium milik BKIPM untuk mengetahui penyebab kematian ikan hiu penangkaran tersebut.

"Kami sudah minta sampel spesies hiu tersebut dibawa BKPIM untuk dilakukan pengujian di laboratorium kami. Saat ini masih menunggu sampelnya dibawa kemari sama Pak Cun Ming," jelasnya.

Terpisah, pemilik penangkaran ikan hiu Minarno atau Cun Ming mengaku akan menuntut kepada pihak-pihak tertentu yang sengaja meracuni ikan hiunya. Sebab, selama memelihara ikan dari kecil tahun 1966 tidak ada masalah.

"Kalau memang diracun, saya akan selidiki sampai tuntas. Kalau bisa saya akan menuntut balas sama yang sudah meracuni hiu saya. Tidak ada orang yang mau memelihara hiu karena dagingnya tidak bisa dimakan dan tidak layak jual. Jadi hanya hobi memelihara ikan yang mau memelihara ikan tersebut," tutup Cun Ming.

Rekomendasi