Asops Kapolri Irjen Rudy Sufahriadi menyatakan Satgas Tinombala telah memetakan lokasi kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Terpantau kini hanya dua lokasi yang menjadi wilayah mereka, yakni Poso pesisir utara dan selatan.
"Saya pernah memimpin operasi dan ini selalu berpindah-pindah, dia selalu ada di Poso pesisir utara dan selatan. Itu saja yang terbagi dua yang tidak berpindah lagi ke mana-mana," kata Rudy saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/3).
Menurut pengamatan Rudy, sampai sekarang hingga ke daerah Sausu Parigi Moutong, di wilayah gunung-gunung tersebutlah lokasi MIT bersumber. Pergerakkan mereka, diketahui terus bergerak dari utara ke selatan.
"Jadi bila sini ditutup pindah ke kiri yang di posisi utara namun demikian ternyata ada di pesisir selatan (berpindah) kemarin," tutur Rudy.
Rudy mengidentifikasi, jumlah anggota MIT tersisa memecah ke beberapa kelompok. Seperti, tim kecil yang bertugas memberi tanda dan terpencar ke beberapa titik yang jangkauannya luas.
"Mereka sering melihat dan memberi tanda, ini kita lakukan pengejaran. Ada tiga tempat sekarang, dulu ada empat. Tapi tiga cukup luas," jelas Rudy.
Sampai saat ini pengejaran MIT, serta penggalian informasi dilakukan Polri dengan berkoordinasi dengan masyarakat. Walau bukan kendala, karena tidak sedikit dari mereka takut terancam keselamatannya oleh kelompok teror tersebut.
"Masyarakat juga ragu-ragu memberikan (info) dan sudah ada beberapa contoh masyarakat didatangi (kelompok MIT) padahal waktu itu tidak memberikan informasi apa-apa, itu saja diancam," cerita dia.
Karenanya, Polri kini terus berusaha meyakini dan menjaga keselamatan mereka, khususnya yang memiliki kegiatan di gunung agar terus merasa aman dan tak gentar ancaman.
"Kita akan memberikan satu keyakinan kepada masyarakat dan membekalinya dengan pengetahuan bahwa ketika ada teroris harus menghindar. Jadi kita memberikan kepercayaan masyarakat agar tetap berpihak kepada kepolisian," kata Rudy.
Reporter: Muhammad Radityo