Pinjaman Tanpa Agunan dan Bunga, Syaratnya Warga Kediri Harus Bisa Mengaji

600 Nasabah tersebut tersebar di 6 kelurahan di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Yakni Lirboyo, Campurejo, Bandar Kidul, Bandar Lor, Pojok, Bujel dan Banjarmlati.

Imam Mubarok
Oleh Imam Mubarok - Reporter
Pinjaman Tanpa Agunan dan Bunga, Syaratnya Warga Kediri Harus Bisa Mengaji
Koperasi Ponpes Lirboyo Kota Kediri. ©2019 Merdeka.com

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.Prinsip itulah yang mendasari pengelola Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Syariah Berkah Rizqi Ponpes Lirboyo Kota Kediri untuk membantu warga sekitar pesantren. Yakni memberi pinjaman uang tanpa jaminan dan bunga, syaratnya hanya mengaji dan janji.

Koperasi yang didirikan sekitar 2017 ini berada di Komplek Ponpes Lirboyo lingkup Aula Al Muktamar. Saat ini ada kurang lebih 600 nasabah yang tergabung di koperasi ini dengan jumlah dana bergulir hingga miliaran rupiah bantuan dari donatur yang dikelola pemerintah pusat dan diawasi oleh OJK.

600 Nasabah tersebut tersebar di 6 kelurahan di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Yakni Lirboyo, Campurejo, Bandar Kidul, Bandar Lor, Pojok, Bujel dan Banjarmlati.

Keberhasilan dalam pengelolaan Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Syariah Berkah Rizqi Ponpes Lirboyo Kota Kediri sempat membawa koperasi ini meraih penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo pada 2018 lalu.

Sebenarnya apa, hingga koperasi yang dikelola Ponpes Lirboyo Kediri ini meraih penghargaan dari Presiden? Ditemui di sela-sela menyambangi nasabah di Kelurahan Lirboyo, manager koperasi Mochammad Syaikhul Izzat membuka semua kepada merdeka.com , Rabu (6/2).

"Sebenarnya kuncinya adalah, kami memberi pinjaman kepada masyarakat sekitar pesantren tanpa bunga dan tanpa jaminan dengan cara syariah. Meski demikian ada syarat yang harus dipenuhi yakni mau mengaji dan juga mau berjanji, jaminannya hanya itu," terang Izzat.

Ditambahkan Izzat, meski gambarannya mudah, namun dalam praktek juga perlu perjuangan saat memulai. Sebab selain bersifat membantu kegiatan ini lebih diutamakan dakwah dan kebersamaannya.

Pinjaman untuk masing-masing orang yang tergabung dalam kelompok ( per kelompok minimal 5 orang) jumlahnya bervariasi yakni antara Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000. Pinjaman tersebut akan lunas selama 50 minggu dan setiap minggu nasabah menyetor cicilan sebanyak Rp40.000.

"Saat setoran cicilan itulah waktu mengaji. Kegiatan ini dilakukan di masing-masing ketua kelompok di setiap kelurahan. Untuk kitab yang digunakan mengisi pengajian adalah Kitab Arbain Nawawi yakni kitab yang memuat empat puluh dua hadits pilihan yang disusun oleh Imam Nawawi," jelas Izzat.

Kitab Arbain Nawawi sendiri merupakan kitab yang sangat populer dan diterima dengan baik diseluruh umat muslim. Tidak hanya di Indonesia ataupun negara-negara yang mayoritas bermazhab Syafi'i namun di seluruh dunia, baik di kalangan santri juga dikalangan awam.

Apa yang disampaikan Izzat pada merdeka.com benar adannya. Pantauan merdeka.com sebelum pembukaan yang diisi dengan pembacaan Sholawat anggota koperasi diluar kepala mengucapkan ikrar.

Adapun bunyi ikrar yang diucapkan yakni:

Bismillahirrahmanirrahiim
Kami anggota rumpun...... berikrar :
1.Saling mengingatkan agar selalu berkata jujur, menepati janji, amanah dan disiplin
2.Saling membantu mengatasi kesulitan sesama anggota.
3.Bersama suami, berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga.
4.Memanfaatkan dana LKMS-Pesantren untuk meningkatkan pendatapan keluarga dan mengembalikan tepat waktu.
5.Mendidik, menyekolahkan dan mendoakan anak supaya cerdas, sholihin-sholihat, berbakti kepada orang tua dan mengabdi hanya kepada Allah SWT.
Allah menjadi saksi atas ucapan dan perbuatan kami

Usai pembacaan ikrar dilanjutkan pengajian inti dan kegiatan terakhir yakni membayar cicilan mingguan. Kegiatan ini terpantau di Kelompok Taman Sari lingkungan Kelurahan Lirboyo .

Ikrar inilah yang sekaligus sebagai pengikat kepercayaan antara nasabah dengan dengan Allah SWT, "Selain mengaji memang para nasabah mengucapkan ikrar sebagai pengikat atas kepercayaan yang telah diberikan," katanya.

Yayuk, Ketua Kelompok Taman Sari Kelurahan Lirboyo mengaku sangat terbantu dengan progam Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Syariah Berkah Rizqi Ponpes Lirboyo.

"Saya nggak bisa ngomong lagi mas, yang jelas kami semua sangat terbantu. Tanpa jimanan dapat pinjaman, apalagi syaratnya hanya suruh ikut ngaji dan berjanji. Apalagi seperti kami ini yang bekerja sebagai penjual sayuran, membuka toko pracangan, jualan nasi, warung kopi pinjaman ini sangat luar biasa. Inilah yang membuat ikatan antara pondok pesantren dengan warga sekitar semakin kuat," ungkap Yayuk yang diamini ibu-ibu kelompok.

Rekomendasi