Pintu-pintu air bendungan Bili-bili di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa atau sekitar 30 kilometer ke arah Timur Kota Makassar dikhawatirkan jebol jika tidak dibuka, meskipun akibatnya adalah air yang mengalir deras itu akan membanjiri Kabupaten Gowa dan daerah-daerah di sekitarnya seperti Kota Makassar.
"Karena hujan lebat, air di bendungan Bili-bili sudah hampir mencapai ketinggian maksimal dari batas maksimal 103 meter. Tadi sudah sempat mencapai 102 meter ketinggiannya sehingga jalan terbaik diambil adalah membuka pintu-pintu air. Jika tidak dibuka, akan semakin buruk dampaknya dengan tidak diminta-minta bisa terjadi jebolnya bendungan," kata Bupati Gowa, Adnan Purictha Ichsan Yasin Limpo saat ditemui di rumah dinas, Selasa malam, (22/1).
Keputusan membuka pintu-pintu air ini, kata Adnan, setelah berkoordinasi dengan Kepala Balai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Teuku Iskandar beserta unsur terkait lainnya.
Diharapkan tidak ada kenaikan air lagi di bendungan Bili-bili. Bahkan lebih baik lagi jika turun dari 100 meter ketinggiannya karena normalnya itu 95 meter.
Sementara itu, Kepala Balai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Teuku Iskandar melalui pesan singkatnya kepada wartawan mengatakan, status pukul 01.10, Rabu, (23/1), elevasi TMA (Tinggi Muka Air) bendungan atau waduk Bili-bili sudah mulai ada penurunan elevasi menjadi + 101.56 atau status masih Batas Siaga.
"Mudah-mudahan akan terus menuju ke elevasi normal," kata Teuku Iskandar.