Warga Protes Jalan Sekitar Rumah Rusak Akibat Proyek Tol Serpong-Cinere

Warga Protes Jalan Sekitar Rumah Rusak Akibat Proyek Tol Serpong-Cinere. Imbasnya masyarakat menjadi kesulitan saat melintas di jalan itu dan kerap menyamapaikan keluhannya kepada pengurus lingkungan.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Warga Protes Jalan Sekitar Rumah Rusak Akibat Proyek Tol Serpong-Cinere
Jalan rusak. ©2019 Merdeka.com

Proyek pengerjaan Tol Serpong-Cinere di Jalan Komplek Depag, kelurahan Bambu Apus, kecamatan Pamulang, kota Tangerang Selatan, dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Alasannya, hilir-mudik angkutan proyek melintasi akses jalan warga, yang membuat jalan menjadi rusak, licin saat hujan dan berdebu saat panas.

Kepala lingkungan RT 01/02 kelurahan Bambu Apus, Pamulang, Edi, mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhannya kepada pengawas proyek Tol. Namun tak juga ada respon positif.

"Kalau saya sebagai pengurus lingkungan menyampaikan aspirasi warga, karena ini jalan warga bukan lahan proyek tol. Sebenarnya dia bisa gunakan jalan di lahannya, tetapi masih tetap menggunakan jalan ini," kata Edi, Senin (14/1).

Diterangkan Edi, imbasnya masyarakat menjadi kesulitan saat melintas di jalan itu dan kerap menyamapaikan keluhannya kepada pengurus lingkungan.

"Saya engga paham juga, mereka selalu berdalih ini proyek nasional punya pemerintah, jadi seolah-olah kami warga enggak berhak memprotes, padahal ini hajat banyak warga sebagai pemilik jalan," katanya.

Dampak langsung juga sering dialami warga, seperti dialami SDN 1 Bambu Apus, Pamulang yang sudah dua kali pagar tembok sekolahnya terseruduk truk proyek Tol.

"Tembok pagar sekolah sudah dua kali, sama ini malah kena ruang kelas. Untung kejadiannya malam, kalau jam sekolah kan risiko lebih tinggi. Kami minta pihak tol bijak, kami tidak mengganggu proyek hanya jangan kami yang diganggu. Kecuali hanya ini satu-satunya jalan, kan lahan mereka lebih luas, tetapi kenapa tidak dipakai," ucap dia.

Saat ini pekerja Tol, terlihat sedang memperbaiki bangunan tembok pagar sekolah yang rusak.

"Kalau ini malam Jumat kemarin, truk bawa besi, bukan dari yang semalam," ucap pekerja perbaikan pagar sekolah.

Rekomendasi