Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengingatkan seluruh diplomat Indonesia tetap netral meski Pemilu 2019 tinggal hitungan bulan. Dalam pidato tahunannya sebagai menteri, Retno menyampaikan pesan jelang ataupun selama Pemilu berlangsung.
"Memasuki tahun politik saya ingin tegaskan bahwa seluruh diplomat Indonesia harus bersifat netral. Dan terus menjunjung tinggi profesionalitas dalam pekerjaan," ujar Retno di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).
Di hadapan para duta besar negara sahabat dan tamu undangan lainnya, Retno mengatakan pihaknya telah memerintahkan diplomat agar mensukseskan Pemilu. Sebab, imbuh Retno, setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri berhak menentukan pilihan dan mendapat pelayanan baik saat penyelenggaraan Pemilu.
"Setiap warga Indonesia termasuk WNI berhak dalam menentukan masa depan Indonesia," tegas dia.
Sementara itu, jika di Indonesia hari pemungutan dijadwalkan pada tanggal 17 April 2019. Maka, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengambil kebijakan untuk pemungutan suara di luar negeri lebih awal atau dengan early voting yaitu sejak 8-14 April. Meski dilakukan lebih awal, penghitungan suara tetap berlangsung 17 April. Kebijakan itu memungkinkan untuk meningkatkan partisipasi WNI di luar negeri untuk datang ke TPS.
KPU juga menggunakan tiga metode untuk WNI di luar negeri yaitu datang langsung ke TPS yang dibangun di kantor perwakilan Indonesia di negara setempat, kotak suara keliling, dan menggunakan pos.